Category Archive : Pendidikan

Prof Andi Mappiare Luncurkan Model Konseling Khas Nusantara

MALANG ( Merdeka News ) : Model konseling yang dipakai di Indonesia selama ini, lebih condong konseling dengan sistem Barat. Hal ini karena ilmu konseling yang dipakai oleh para konselor, memang lebih banyak berdasarkan buku-buku ilmuwan Barat.

Kondisi ini sempat mencemaskan Prof. Dr Andi Mappiare MT, M.Pd, Guru Besar Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Sebab jika konseling yang dikembangkan kepada para siswa dan mahasiswa di Indonesia adalah konseling model Barat, seringkali terjadi “kesenjangan budaya” sehingga kurang tepat sasaran.

Karena itulah Prof Andi lantas melakukan kajian mendalam, terkait model atau pola konseling yang tepat untuk siswa dan mahasiswa di Indonesia. Akhirnya Guru Besar yang peramah itu kemudian meluncurkan sebuah model konseling yang khas Nusantara, yakni model konseling KIPAS.

Konseling KIPAS yakni konseling yang  berdasarkan  pada 5 tema pembahasan konseling yang meliputi karakter, identitas, pekerjaan (karier), akademik serta sosial. Selain itu KIPAS juga bisa sebagai akronim dari tahapan pelaksanaan konseling yakni memberi kabar gembira ke klien, integrasi data dan internalisasi, perencanaan tindakan, aktualisasi rencana tindakan ke klien, serta selebrasi atau pemberian sertifikat setelah klien sukses mengembangkan potensi diri.

Menurut Prof  Dr Andi Mappiare,  model konseling yang banyak dipakai di sekolah atau di kampus selama ini adalah konseling produk Barat.  Hasilnya kurang memuaskan, karena  kondisi sosial budaya di Indonesia memang berbeda dengan kondisi sosial budaya di Barat.

Konseling model Barat jika diterapkan di negara-negara Barat, bisa jadi hasilnya memuaskan. Namun terasa kurang tepat sasaran jika diterapkan pada siswa atau mahasiswa di Indonesia.Karena itulah Prof Andi kemudian menyodorkan alternatif konseling model KIPAS yang sesuai dengan sosial budaya dan karakter khas Nusantara.

“Ciri pribadi siswa atau mahasiswa di Indonesia adalah berbeda dengan ciri pribadi siswa atau mahasiswa di negara-negara Barat. Pada intinya, para siswa atau mahasiswa di Indonesia ingin diperlakukan secara bebas dan aman. Konseli atau klien tidak ingin terlampau dihakimi atau disalah-salahkan. Senegatif apapun perilakunya, mereka tidak menyukai label-label yang mempermalukan atau merendahkan diri mereka dari Konselor atau Guru BK,” tutur  Prof Andi bersemangat.

Latihan Konseling Kipas di P2BK3A LP3 UM

Dalam melaksanakan konseling model KIPAS, maka konselor lebih mengutamakan informasi positif atau hal-hal positif mengenai konseli atau klien. Konselor menghindari mengungkap aib klien, tetapi justru mencari sisi positif atau sisi kelebihan klien yang bisa dikembangkan ke arah yang lebih baik. Tujuannya membantu klien mencapai harapan hidup dan meraih cita cita di masa depan. (Zen)     

Kontribusi Bimbingan Konseling di Era Merdeka Belajar

MALANG ( Merdeka News ) : Bimbingan dan Konseling memiliki peran penting dalam pendidikan secara keseluruhan. Terlebih lagi dalam kondisi saat ini, di mana kita menjalani kondisi adaptasi yang menuntut tatanan baru dalam segala bidang.


“Kita ketahui bersama bahwa kurikulum merdeka belajar mengamanatkan asesmen pendidikan karakter, sehingga perlu diupayakan bagaimana agar bimbingan dan Konseling mampu berkontribusi secara maksimal,” tegas Prof. Dr A.H. Rofi’uddin, M.Pd., Rektor Universitas Negeri Malang (UM) saat membuka Seminar Daring Nasional, Penggunaan Asesmen dan Tes Psikologi dalam Bimbingan dan Konseling di Era Adaptasi Kebiasaan baru, Sabtu (24 Oktober 2020).


Kegiatan seminar daring diselenggarakan oleh Divisi IIBKIN (Ikatan Instrumen Bimbingan dan Konseling Indonesia) yang merupakan salah satu dari divisi ABKIN, bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Seminar diikuti sekitar 475 orang peserta dari berbagai daerah di tanah air, dengan rincian 275 orang mengikuti lewat Zoom dan 200 peserta mengikuti lewat Youtube.

Menurut Prof. Rofi’uddin, sejak masa pandemi covid-19, pelaksanaan pendidikan sebagaian besar dilaksanakan secara daring. Dalam kaitan ini perlu dipikirkan bagaimana caranya agar dapat melaksanakan asesmen dan tes psikologis yang tepat. Ketepatan data dan analisis dari kegiatan-kegiatan asesmen ini tentu akan sangat bermanfaat dalam mengembangkan potensi-potensi peserta didik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi.

Menurut Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes., Ketua Divisi IIBKIN, seminar ini terselenggara atas kerjasama IIBKIN dengan FIP Universitas Negeri Malang. Melalui seminar ini ingin memberikan layanan terbaik kepada para alumni sertifikasi tes psikologi, kepada para ilmuwan dan praktisi bimbingan dan konseling, agar bisa berkontribusi secara optimal bagi masyarakat Indonesia. Dengan demikian kehadirannya dapat memberikan alternatif yang solutif atas berbagai persoalan yang bermunculan pada saat ini.

Seminar daring nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber berkualitas. Diantaranya Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan dan Kirgistan, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Ir. Diyah Yulianti Mardiana M.Si, Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi, Ketua APK HIMPSI, serta Dr. Triyono, M.Pd, Sekjen PB ABKIN. (Zen)

7 Juta Siswa dan Guru Bakal Menerima Sunsidi Internet Kemendikbud

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan kuota internet kepada 7,2 juta siswa, guru, mahasiswa dan dosen di bulan Oktober untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendikbud, Hasan Chabibie mengatakan bantuan kuota disalurkan dalam dua tahap. Tahap 1 pada 22-23 Oktober hari, sedangkan untuk tahap 2, akan dikirim pada 28-30 Oktober mendatang.

“Bantuan yang dikirimkan hari ini dan esok hari merupakan bantuan kuota data tahap 1 di bulan Oktober, sedangkan bantuan kuota data tahap 2 akan dikirimkan pada 28 – 30 Oktober 2020,” ujar Hasan.

Bantuan kuota tersebut terdiri dari 946 ribu untuk siswa PAUD; 5,3 juta siswa SD; 2,5 juta siswa SMP; 1,6 siswa SMA; 1,3 juta siswa SMK, 35 ribu siswa SLB, dan 27 ribu untuk kesetaraan. Kemudian sebanyak 957 ribu guru, 915 ribu untuk mahasiswa, dan 65 ribu bagi dosen.

Kemendikbud memberlakukan mekanisme berbeda untuk penyaluran kuota di jenjang pendidikan tinggi. Setiap perguruan tinggi yang menerima bantuan harus membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutak (SPTJM) setiap bulan.

Subsidi kuota di bulan Oktober tahap 1 untuk tingkat pendidikan tinggi nantinya akan disalurkan kepada 912 ribu mahasiswa dan 65 ribu dosen dengan total penerima sebanyak 977 ribu.

“Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, baik dari pemerhati pendidikan, warga satuan pendidikan, maupun masyarakat umum, maka Kemendikbud menambah daftar aplikasi dan situs yang dapat diakses menggunakan kuota belajar,” tutur Hasan. (NN)

Di Masa Pandemi, Guru Perlu Kembangkan Pembelajaran Daring

MALANG ( Merdeka News ) : Di masa pandemi covid-19, para guru perlu mengembangkan kompetensinya dalam pembelajaran daring (dalam jaringan) atau pembelajaran online. Sebab saat ini semua pembelajaran dilaksanakan secara daring.

Dr. Lia Yuliati M.Pd

“Karena itu guru perlu memiliki kompetensi dalam merancang pembelajaran dan penilaian berbasis komputer. Sebab saat ini pembelajaran dilaksanakan secara daring (online) yang menyebabkan guru harus menyiapkan materi dan melakukan penilaian yang dapat diakses melalui komputer atau perangkat handphone.,” tutur Dr. Lia Yuliati M.Pd, dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (23 Oktober 2020).

Selain Dr. Lia Yuliati M.Pd, Tim Pengabdian Masyarakat UM juga terdiri dari Dr. Titik Harsiati, M.Pd., Bahrul Rizky Kurniawan M.Pd serta Dio Lingga Purwodani M.Pd.

Dalam kaitannya pengembangan pembelajaran daring bagi guru, Tim Pengabdian Masyarakat UM melaksanakan kegiatan pendampingan bagi guru SMP, khususnya para guru di SMPN 3 Kota Malang yang berjumlah 50 orang.

Ada sejumlah materi yang diberikan oleh Tim Pengabdian Masyarakat UM saat melakukan pendampingan. Di antaranya yakni tentang pembelajaran dan penilaian berbasis komputer, pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning), dan pengembangan konten pembelajaran, khususnya video pembelajaran serta presentasi interaktif.      

Dr. Titik Harsiati, M.Pd

“Kegiatan dilatarbelakangi oleh perkembangan iptek serta kebijakan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran secara daring di masa pandemi covid-19. Kemampuan siswa yang heterogen dan keharusan penggunaan IT dalam pembelajaran menyebabkan perlunya pendampingan pada guru sehingga kemampuan berpikir siswa dapat terus ditingkatkan,” tambah Dr. Titik Harsiati, M.Pd.

Pendampingan bagi guru dalam bentuk pelatihan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat UM secara luring dan daring pada bulan Oktober 2020, yakni tepatnya tanggal 8, 15, 16 dan 22 Oktober 2020.

Hasil refleksi menunjukan bahwa para guru memperoleh pengetahuan baru tentang asesmen kompetensi minimum, serta pembelajaran daring. Para guru juga memperoleh pengetahuan tentang membuat video pembelajaran yang mudah dan interaktif. (Zen)    

UNJ Kini PunyaProdi Olahraga Rekreasi

JAKARTA ( Merdeka News ) : Program studi olahraga rekreasi yang dimiliki
Universitas Negeri Jakarta
(UNJ) merupakan program studi pertama yang beroperasi di Indonesia.

Demikian Rektor UNJ Komarudin di Kampus UNJ ,Rawamangun Jakarta,diskusi Prestasi dan Keunggulan UNJ (1 Tahun Kinerja Rektor UNJ), kemarin.

0leh karena itu UNJ, akan mengembangkan fasilitas sport science, sport tourism dan sport industry untuk berkontribusi pada dunia olahraga di Indonesia.

Apalagi setelah UNJ memiliki GOR baru. Dia menjelaskan, tim kecil akan dibentuk untuk mengembangkan ketiga fasilitas untuk dunia keolahragaan ini.

“Setelah tim terbentuk langsung ada aksi nyata untuk pengembangan sport science, sport tourism dan sport industry,” katanya

Rektor menjelaskan, untuk sport science kampusnya bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga sehingga bisa memberikan kontribusi untuk dunia olahraga secara nasional. Untuk sport industry juga diperlukan kerja sama dengan pihak lain untuk proses hilirasi. (KRJ)

Dosen Konselor Diharapkan Bantu Mahasiswa Atasi Masalah

MALANG ( Merdeka News ) : Terkait dengan layanan kepada mahasiswa, sekarang ini UM  sedang bersih-bersih mahasiswa yang sudah lewat semester ke 14. Ternyata masih cukup banyak yakni sekitar 1900 an orang mahasiswa  dari berbagai prodi. Hasil analisis, ternyata sebagain besar penyebabnya yakni kegagalan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing.

Demikian ditegaskan oleh Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM)  saat membuka Pelatihan  Konseling,  Kamis (22 Oktober 2020). Pelatihan Konseling tersebut berlangsung online dengan narasumber Prof. Dr. Andi Mappiare  AT., M.Pd, Guru Besar Jurusan Bimbingan dan Konseling UM.

“Kasus yang lain lagi, ada sekitar 190 an mahasiswa melakukan regristrasi, membayar Uang Kuliah Tunggal atau UKT, tetapi mereka tidak  mengikuti perkuliahan. Ada apa ini ? Di balik itu tentu ada persoalan. Karena itu dosen konselor diharapkan bisa membantu para mahasiswa dalam mengatasi masalahnya,” tutur  I Wayan Dasna, Ph.D.

Narasumber Prof Andi Mappiare selama ini mengembangkan model konseling KIPAS, yang merupakan pengembangan konseling khas Indonesia yang selaras dengan budaya Nusantara. Model Konseling KIPAS ini adalah murni inovasi dari Prof Andi Mappiare, yang medapat apresiasi tinggi dari Ketua LP3 UM Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D.

“Saya merasa bahagia, bahwa yang dilatihkan adalah hasil pengembangan Prof Andi Mappiare. Ini suatu model yang dihasilkan dari riset yang panjang. Model-model hasil pengembangan harus disosialisasikan, sehingga banyak yang mengenal dan banyak yang memanfaatkan. Model-model hasil pengembangan bisa dimasukkan di rumah inovasi. Rumah inovasi merupakan ruang virtual, yang mewadahi hasil-hasil inovasi yang dikelola oleh LP3 UM. Melalui rumah inovasi, maka karya inovasi Sivitas Universitas Negeri Malang, bisa disosialisasikan, bisa diakses sehingga memberi manfaat bagi masyarakat yang lebih luas,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D.

Pelatihan Konseling online ini diselenggarakan oleh P2BK3A (Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik), LP3 Universitas Negeri Malang. Menurut Dra Ella Faridati Zen, M.Pd,  Kepala P2BK3A, LP3, UM, Pelatihaan diikuti oleh para Dosen Konselor P2BK3A UM, anggota Peer Counseling Corner, dan para kolega dosen konselor dari beberapa perguruan Tinggi di Indonesia.

“Pelatihan konseling model KIPAS merupakan  implementasi program pengembangan profesionalitas Dosen Konselor P2BK3A. Sebagai Dosen Konselor dituntut terus mengembangkan profesionaalitasnya, sehingga bisa memberikan layanan secara prima,” kata Ella Faridati Zen.

Dalam pelatihan konseling tersebut, Prof Dr Andi Mappiare menegaskan bahwa model konseling yang kita pakai di sekolah selama ini adalah konseling produk Barat.  Hasilnya selama ini kurang memuaskan, karena terjadi adanya kesenjangan budaya.  Karena itulah Prof Andi kemudian menyodorkan alternatif konseling model KIPAS yang sesuai dengan sosial budaya di Indonesia.

Ciri pribadi konseli atau siswa Indonesia adalah berbeda dengan ciri pribadi siswa di negara-negara Barat. Pada intinya, konseli Indonesia ingin diperlakukan secara bebas dan aman. Konseli tidak ingin terlampau dihakimi atau disalah-salahkan. Konseli Indonesia selayaknya tidak diposisikan sebagai  “orang sakit”, bahkan tidak diposisikan sebagai “bermasalah”.

“Intinya para siswa, senegatif apapun perilakunya, tidak menyukai label-label yang menghinakan, mempermalukan atau merendahkan diri mereka dariKonselor atau Guru BK,” tambah Prof Andi Mappiare.

Karena itulah Konselor KIPAS mengutamakan informasi positif atau hal-hal positif mengenai konseli atau klien, mendasarkan diri pada data positif konseli, dan menghindari mengungkap aib klien. Jadi, konselor lebih fokus pada harapan kebaikan, kelebihan atau hal-hal positif pada klien. (Zen)

Mesristek Bangga Anak Indonesia Tetap Semangat Belajar

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyerahkan penghargaan kepada pemenang Science Studio 2020. secara simbolik kepada perwakilan pemenang Science Studio 2020 di Lt.24 Gedung BJ Habibie dan juga digelar secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Bambang menyampaikan apresiasi atas semangat anak-anak Indonesia yang tidak kehilangan motivasi dan tetap bergairah dalam belajar meski ditengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia secara masif dan luas semenjak akhir 2019.

“Saya merasa bangga dan besar hati karena anak-anak baik tingkat SD maupun SMP meski dalam kondisi yang serba terbatas tetap bersemangat menggali ilmu,” ungkap Menteri Bambang .

Pemerintah akan terus memberikan perhatian besar kepada Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) yang terus tumbuh dan berkembang melalui kiprah dan keberadaannya semakin dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Mengingat peran PP-IPTEK yang signifikan dalam ranah pembudayaan iptek masyarakat, terutama usia dini dan pelajar

Direktur Direktur PP-IPTEK M. Syachrial Annas menerangkan, Science Studio merupakan kegiatan kreativitas iptek anak-anak Indonesia yang diselenggarakan oleh PP-IPTEK sebagai wahana pembudayaan iptek masyarakat dalam upaya memelihara semangat dan meningkatkan gairah generasi muda Indonesia dalam berkreasi dan berinovasi sejak dini.

“Science Studio 2020 yang diselenggarakan oleh PP-IPTEK mengajak generasi muda khususnya pelajar untuk berperan aktif dalam mengkampanyekan isu-isu global melalui kreativitas dan inovasi menuju sumber daya manusia unggul dan mendukung kemajuan iptek di Indonesia,” jelas Direktur PP-IPTEK M. Syachrial Annas.

Science Studio digelar oleh PP-IPTEK bekolaborasi bersama 8 Science Center Daerah (SCD) di 9 provinsi, yaitu : DKI Jakarta; Jawa Tengah; Jawa Timur; Riau; Sumatera Barat; Kalimantan Barat; Sulawesi Selatan; dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Science Studio dilaksanakan secara daring sejak Mei – Agustus 2020, dengan keseluruhan jumlah peserta sebanyak 1.054 orang. Science Studio mengusung dua kegiatan, yakni Lomba Doodle Art Science Contest bagi siswa SD kelas 4-6 dengan tema “Me vs Covid-19” dan Lomba Photography Contest bagi siswa SMP kelas 1-3 dengan tema “ Science Behind Food and Beverages”. (KRJ)

Career Days UM Bekali Mahasiswa Memasuki Dunia Kerja

MALANG ( Merdeka News ) : Acara Career Days yang digelar oleh Universitas Negeri Malang  merupakan kegiatan yang sangat penting bagi mahasiswa. Sebab di era disruptif, era yang penuh perubahan yang sangat cepat dan mendadak, dibutuhkan orang-orang  yang kreatif dan inovatif, serta orang yang siap beradaptasi menghadapi perubahan.

Demikian ditegaskan oleh Dr Muarifin M.Pd, Wakil Rektor III  Universitas Negeri Malang (UM) saat membuka Career Days Webinar, Selasa (13 Oktober  2020).

Menurut Dr Muarifin, Acara Career Days ini amat penting. Sebab kegiatan ini mempersiapkan mahasiswa menghadapi lapangan kerja yang begitu luas, lapangan kerja baru karena adanya era disrutif  yang sangat cepat berubah.

“Saya berharap dengan mengikuti Career Days  para mahasiswa dapat menyerap ilmu dan memperoleh informasi yang relevan, sehingga dapat digunakan sebagai bekal dalam menyiapkan diri untuk memasuki dunia kerja,” tambah Dr Muarifin M.Pd.

Menurut I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang , Career Days  ini merupakan kegiatan rutin LP3, yang diselenggarakan tiap tahun oleh P2BK3A (Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik). Kali ini yang terdaftar peserta 165 orang, sebagian besar mahasiswa UM dan ada beberapa mahasiswa dari kampus lain.

Ditegaskan I Wayan Dasna, Ph.D  setiap  orang yang kuliah, setelah lulus ingin punya karier yang baik. Jika dilihat dari linieritas, mestinya karier itu tidak jauh dari bidang studi yang ditempuh saat kuliah.

“Namun di era disruptif  yang serba berubah, maka karier sangat banyak variasinya. Karena itu dalam acara Career Days ditampilkan sejumlah narasumber yang berkompeten, untuk memberi wawasan terkait karier yang ada, termasuk sejumlah karier alternatif,” I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D.

Kegiatan webinar Career Days ini  diselenggarakan dalam satu hari dengan durasi empat jam. Materi yang dikaji yakni materi bimbingan karier (kiat merencanakan dan mempersiapkan karier) , materi motivasi dan kiat sukses berkarier di bidang pendidikan (usaha bimbingan belajar) serta materi motivasi dan kiat sukses berkarier di bidang non-pendidikan (content creator youtube / vlogger).

Ada tiga narasumber yang dihadirkan yakni  Widya Multisari, S.Pd., M.Pd. (dosen konselor Universitas Negeri Malang), Risa Rauzi Safar, S.Pd (dari Bimbel Air-Langga) serta Vindy (Beauty vlogger dan Youtuber channel “ini vindy”). Acara dipandu moderator Devi Probowati S.Pd, M.Pd, dengan Ketua Pelaksana Kegiatan Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd dan Sekretaris Pelaksana Aji Bagus Priyambodo S.Psi, M.Psi. (Zen)  

Rektor UGM Prof Panut Imbau Mahasiswa Tak Ikut Demo

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Rektor UGM Prof Panut Mulyono meminta mahasiswanya tidak perlu turun ke jalan. Rektor beralasan, untuk menyampaikan aspirasi atau mengkritisi suatu kebijakan, mahasiswa bisa melakukan kajian akademis dan analisis.

“Saya berharap dalam masa pandemi Covid19 seperti sekarang, seandainya ada beda pendapat atau pandangan saya imbau mahasiswa sebaiknya tidak turun ke jalan dalam menyampaikan pendapat atau aspirasinya. Karena dalam menyampaikan aspirasi bisa mengkajinya secara kritis dan akademis di kampus. Adapun bentuknya bisa dikemas berupa diskusi, FGD, seminar serta berbagai cara yang lain,” kata Rektor UGM di Kompleks Kepatihan.

Panut mengungkapkan, apabila mahasiswa menyampaikan aspirasi lewat kajian kritis dan akademis di kampus, formula usulan hasil aspirasi itu bisa disalurkan ke pemerintah dan DPR.

Pihak kampus dengan senang hati menemani diskusi-diskusi tersebut dan membantu menyampaikan aspirasinya. Semua itu sejalan dengan adanya surat edaran Dirjen Dikti kepada para rektor untuk membimbing mahasiswa di dalam menyampaikan aspirasi. (KRJ)

Assesmen Nasional Untuk Pemetaan Dasar Kualitas Pengganti UN

JAKARTA ( Merdeka News ) : Assesmen Nasional ( pengganti UN) dilakukan untuk pemetaan dasar dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam keterangan tertulis kemarin. “Metode Asesmen Nasional (AN) ,bukan hanya sebagai pengganti daripada UN dan USBN, tetapi juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan,” jelasnya.

Asesmen Nasional tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Nadiem Makarim memastikan tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid dalam Asesmen Nasional.

“Hasil Asesmen Nasional tidak ada konsekuensinya buat sekolah, hanya pemetaan agar tahu kondisi sebenarnya,” ujar Mendikbud .

Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

“Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia,” ungkap Nadiem Makarim.

Asesmen Nasional 2021 adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah.

Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Nadiem menjelaskan AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. (KRJ)