Category Archive : Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka Perlu Kesiapan Siswa

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas telah digelar di satuan pendidikan dalam wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3. Dalam pelaksanaanya, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Selain kesiapan satuan pendidikan dan tenaga pendidik, adaptasi siswa dengan kebiasaan baru di sekolah pun, menjadi perhatian.

Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Sri Wahyuningsih menyampaikan, meski pemerintah mendorong semua sekolah di level 1-3 segera melakukan PTM terbatas, namun kewenangan membuka kegiatan tersebut berada di tangan pemerintah daerah terkait. “Tentunya, izin dari orang tua murid juga sangat mempengaruhi kelancaran PTM terbatas ini,” ujar Sri dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN.

Guna mengoptimalkan keselamatan dan keamanan, menurutnya, banyak hal yang harus diperhatikan. Seperti penerapan protokol kesehatan (Prokes) bagi setiap insan pendidikan, kesiapan satuan pendidikan mengikuti aturan sesuai SKB 4 Menteri, dukungan dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) setempat dalam pelaksanaan testing, juga pengawasan dari Satgas Covid-19 baik di level sekolah hingga kabupaten/kota.

Selain itu, upaya sosialisasi dan edukasi terus digencarkan, baik secara berjenjang maupun melalui media daring dengan menyampaikan contoh-contoh baik dari satuan pendidikan yang telah melaksanakan PTM terbatas. “Bila di satuan pendidikan ditemukan kasus, sekolah perlu berkoordinasi dengan fasyankes terdekat untuk tindak lanjut secara medis sesuai standar yang ditentukan,” kata Sri Wahyuningsih.

Apabila yang terkonfirmasi lebih dari 5% jumlah peserta didik dan guru, sekolah harus menghentikan dulu PTM terbatas, sampai proses 3T (testing, tracing, treatment) selesai dilakukan. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara jarak jauh, dan PTM dapat dibuka kembali setelah tindak lanjut medis tuntas.

“Terpenting adalah bagaimana membangun komitmen bersama untuk menyiapkan sekolah menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi anak. PTM terbatas hanya 2-3 jam di sekolah. Di luar jam tersebut, anak juga masih perlu contoh baik agar dapat beradaptasi. Tidak mudah karena kita harus melakukan kebiasaan baru untuk tetap waspada dari paparan COVID-19. Perilaku hidup bersih sehat harus ditanamkan dari hal-hal kecil,” tambah Sri Wahyuningsih. (Kr)

Di Era Disruptif Banyak Muncul Lapangan Kerja Baru

MALANG  ( Merdeka News ) : Bagi mahasiswa tujuan akhir kuliah tidak semata-mata untuk mendapatkan ijazah. Sebagian besar mahasiswa, berharap setelah lulus dari perguruan tinggi,  pasti ingin bekerja  seperti yang dicita-citakan.

“Tantangan bagi para pencari kerja di era disruptif saat ini, yakni ketersediaan lapangan  kerja serba tidak menentu. Banyak lapangan kerja lama hilang dan bermunculan lapangan kerja baru yang mungkin belum terpikirkan oleh para mahasiswa calon pencari kerja. Ketersediaan lapangan kerja  belum tentu linier, belum tentu sesuai dengan bidang studi yang ditekuninya selama kuliah,” tutur  Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Workshop Career Day, Kamis, 21 Oktober  2021.

Ditegaskan I Wayan Dasna,Ph.D, pihak Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mengantisipasi perubahan yang demikian pesat ini dengan diluncurkannya program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Universitas Negeri Malang juga sudah mengimplementasikan program MBKM. Melalui program MBKM mahasiswa mendapat kesempatan memperoleh pengalaman belajar yang berbeda yang dapat mendukung kompetensi dan kapabilitasnya, sehingga mendukung atas kesuksesannya dalam memasuki dunia kerja, meski tidak linier dengan bidang yang dipelajari.

DI Universitas Negeri Malang, tambah I Wayan Dasna,Ph.D,  tersedia sejumlah 36 SKS matakuliah transdisiplin, mahasiswa bebas memilih matakuliah di luar Prodinya, bahkan bisa mengikutinya di kampus lain. Atau bisa juga mengikuti program magang perusahaan yang akan memberi pengalaman belajar secara langsung di dunia kerja.

Demikian pula melalui matakuliah Manajemen Inovasi, mahasiswa mendapat kesempatan mengembangkan diri sebagai pribadi yang kreatif dan  inovatif  yang sangat dibutuhkan dalam berkarier saat ini.

“Saat memasuki dunia kerja, ijazah bisa diibaratkan sebagai pintu masuk untuk melewati “Satpam”. Dengan ijazah bisa mengikuti seleksi secara administratif, penanda memenuhi syarat sebagai sarjana. Selanjutnya harus melewati proses seleksi tes, wawancara untuk melihat kompetensi dan kapabilitas yang dimiliki. Di sinilah pentingnya memiliki soft skill , termasuk  branding  diri, yang tidak dibekalkan secara khusus melalui matakuliah bidang studi, melainkan melalui proses pengembangan pribadi,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D. .

Keberhasilan alumni Perguruan Tinggi dimonitor melalui capaian IKU (Indikator Kinerja Utama). Indikator keberhasilan alumni dalam bekerja dilihat dari angka prosentase alumni yang berhasil dalam mendapatkan pekerjaan ataupun berwirausaha dengan pendapatan minimal sebulan 1.2 kali UMR (Upah Minimal Regional). Maka bagi alumni yang ingin berkontribuasi pada kampus, bisa dalam bentuk setelah lulus segera mendapatkan pekerjaan maupun berwirausaha dengan pendapatan minimal 1.2 UMR, dan melaporkan ke kampus melalui pengisian tracer study.

Kegiatan  Workshop Career Day bagi mahasiswa  ini, difasilitasi Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A) , LP3, UM. Karena suasana pandemi, pelatihan dilakukan secara online,  diikuti sekitar 120 orang mahasiswa dari 8 fakultas di Universitas Negeri Malang, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Pendidikan Psikologi.

Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, Workshop Career Day bagi mahasiswa  ini, bertujuan agar mahasiswa memahami jenis dan karakteristik pekerjaan dan bidang usaha alternatif yang sedang berkembang di masyarakat. Mahasiswa juga diharapkan mampu merencanakan dan mempersiapkan karirnya.

Kemudian mahasiswa mampu memahami karakteristik karir-karir alternatif yang sedang berkembang di masyarakat meliputi: Bidang pengembangan UMKM & Digital Marketing (e- commerce), Bidang kewirausahaan Consulting & Training, serta Bidang Jurnalistik (Freelance Journalist).

Ada empat narasumber berkualitas di bidangnya masing-masing, yang mengisi  Workshop Career Day tersebut. Masing-masing Widya Multisari, S.Pd., M.Pd. (dosen konselor Universitas Negeri Malang) membawakan topik Bimbingan Karir,  M. Arif Fadli, S.Pd. ( City Seller Performance Tokopedia) dengan topik Motivasi dan kiat sukses berkarir di bidang pengembangan UMKM & Digital Marketing, Risa Rahmawati, M.Psi., Psikolog (Manager Indonesia LED Consultant) membawakan materi Motivasi dan kiat sukses berkarir di bidang kewirausahaan Consulting & Training, serta Dyna Rochmyaningsih, S.Si. (Executive Director Society of Indonesian Science Journalists (SISJ) dengan topik Motivasi dan kiat sukses berkarir di bidang Jurnalistik as Freelance Journalist. (Zen)

.  

Mayoritas Perguruan Tinggi Siap Lakukan Perkuliahan Tatap Muka

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Sejumlah perguruan tinggi kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada semester gasal tahun akademik 2021/2022. PTM terbatas yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat tersebut juga dikombinasikan dengan pembelajaran daring (hibrida), serta disesuaikan dengan panduan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ketika menggelar PTM terbatas, perguruan tinggi harus menjalankan sejumlah tahapan mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pemantauan, seperti tercantum dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2021.

Sebagai upaya perlindungan kesehatan, perguruan tinggi yang melakukan PTM terbatas di wilayah PPKM level 1-3 juga diimbau agar membentuk Satgas Penanganan Covid-19 untuk menerapkan prosedur operasional standar (POS) protokol kesehatan kampus. Selain itu, civitas kampus yang mengikuti PTM terbatas harus dalam keadaan sehat dan sudah ikut vaksinasi.

Strandar protokol kesehatan tetap dilakukan di lingkungan kampus, seperti penyediaan sarana sanitasi area kampus, mengurangi tempat berkumpul tertutup dan menimbulkan kerumunan, memakai masker dan menjaga jarak, membatasi kapasitas ruangan maksimal 50%, serta memastikan mahasiswa di luar daerah dalam keadaan sehat dan telah melakukan karantina mandiri 14 hari atau tes swab. Demikian halnya dengan penyediaan ruang isolasi sementara dan dukungan tindakan kedaruratan bagi warga kampus.

Dalam kaitannya pelaksanaan program kuliah tatap muka, Sesditjen Dikti Kemdikbudristek Parisyanti Nurwardani mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan pada bulan Juli 2021, 63,9% perguruan tinggi siap melaksanakan PTM terbatas dengan perkuliahan campuran (hybrid learning) dan sebanyak 82% siap melaksanakan PTM. “Ini berita gembira bagi kita semua, sehingga learning loss (penurunan proses akademik, red.) di perguruan tinggi tidak akan terlalu banyak,” kata Parisyanti Nurwardani, kemarin.

Dikatakan Parisyanti, pemantauan berkala memang dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan memantau situasi di lapangan. Sesuai hasil survei, perguruan tinggi dinilai siap dengan fasilitas penunjang protokol kesehatan (Prokes) serta akses kesehatan dalam persiapan pembelajaran tatap muka. (Kr)

Siswa Cerdas Istimewa Perlu Dikenali Sejak Dini

MALANG ( Merdeka News ) : Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul merupakan aset yang paling berharga bagi Bangsa Indonesia. Untuk menjadikan Bangsa Indonesia sebagai negara yang kuat dan maju dibutuhkan SDM yang unggul. Salah satu SDM yang unggul adalah siswa cerdas istimewa (gifted children). Dalam kajian psikologi, siswa cerdas istimewa adalah individu dengan potensi kognitif yang tinggi dan mempunyai karakter yang positif.


“Keberadaan siswa cerdas istimewa itu perlu dikenali sejak dini. Karena itulah saya bersama tim menggelar pelatihan identifikasi siswa cerdas istimewa, bagi guru dan orang tua siswa SD Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM),” tutur Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi, Psikolog, dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Jum’at (8 Oktober 2021).


Dalam Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua yakni Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi, Psikolog. Dengan anggota Dr. Nur Eva, S.Psi., M.Psi, Psikolog dan Dr. Tutut Chusniyah , ketiganya adalah dosen di Fakultas Pendidikan Psikologi UM. .

Karena masih suasana pandemi covid-19, pelatihan dilakukan secara online atau daring (dalam jaringan). Pelatihan tentang identifikasi siswa cerdas istimewa ini, diikuti oleh sekitar 100 orang, terdiri para guru dan orangtua siswa di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang.

Ada sejumlah materi menarik dalam pelatihan tersebut. Materi pelatihan tersebut di antaranya yakni Gaya Belajar Anak Berbakat dan Pendampingannya dibawakan oleh Dr. Siti Suminarti Fasikhah, M.Si, Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, serta Karakteristik dan Intervensi Siswa Berbakat disampaikan oleh Isrida Yul Arifiana., M.Psi., Psikolog dosen di Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Menurut Dr. Siti Suminarti Fasikhah, ada beberapa keuinikan yang dimiliki anak berbakat atau anak cerdas istimewa. Di antaranya yakni memiliki pemahaman yang cepat tentang informasi yang kompleks. Selain itu juga memperhatikan detail, mampu berpikir fleksibel serta sintesis komprehensif. Anak cerdas istimewa ini juga bisa mengikuti pembelajaran mendalam dan mampu bertindak secara independen tanpa tergantung pihak lain.

“Pada prinsipnya Anak berbakat itu kondisinya sangat heterogen. Sedangkan lingkungan belajar yang kondusif untuk anak berbakat yakni lingkungan belajar yang bisa membuat mereka aktif, mampu mengatur diri sendiri dan berorientasi pada tujuan,” kata Dr. Siti Suminarti Fasikhah, M.Si.

Ditegaskan oleh Isrida Yul Arifiana., M.Psi., siswa berbakat atau siswa “cerdas istimewa” yakni siswa yang mempunyai kecerdasan yang luar biasa. Istilahnya dalam bahasa Inggris dikenal dengan “Gifted Children”.

Menurut Isrida Yul Arifiana, siswa yang memiliki inteligensi tinggi belum cukup untuk menentukan potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Demikian pula, kreativitas tanpa pengikatan diri terhadap tugas belum menjamin prestasi unggul. Oleh karena itu, interaksi antara inteligensi, kreativitas, dan tanggungjawab atau pengikat diri terhadap tugas (task commitment) merupakan unsur esensial dalam menentukan siswa itu tergolong “Gifted Children” atau siswa Gifted.

“Seorang siswa yang teridentifikasi sebagai siswa Gifted atau siswa cerdas istimewa, menurut beberapa penelitian mempunyai potensi lebih sukses daripada teman temannya yang tidak teridentifikasi sebagai siswa cerdas istimewa. Dalam kaitan ini yang terpenting yakni bagaimana agar mereka dapat menggunakan kemampuannya dengan performance optimal. Karena itu orangtua, guru dan lingkungan sosial dibutuhkan untuk memberikan dukungan pada kemampuan siswa berbakat, agar potensi istimewanya dapat diwujudkan dalam bentuk prestasi yang maksimal,” tambah Isrida Yul Arifiana., M.Psi., Psikolog.


Kegiatan pelatihan tentang identifikasi siswa cerdas istimewa ini, digelar oleh Tim Pengabdian Masyarakat dari UM yang dikordinir oleh Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi, Psikolog. Menurut Aji Bagus Priyambodo, M.Psi, secara kuantitatif anak cerdas istimewa ini jumlahnya tidak banyak yakni sekitar 2-5 persen dari total populasi penduduk. Sejumlah negara maju banyak mengandalkan siswa cerdas istimewa ini untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu sangat disayangkan saat ini banyak terjadi kasus siswa cerdas istimewa (gifted children) yang tidak teridentifikasi dengan baik, sehingga potensi mereka tidak dapat berkembang dengan optimal. Karena itulah pihaknya bersama tim lantas menggelar pelatihan mengidentifikasi siswa cerdas istimewa (gifted children) untuk guru dan orang tua di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang.

“Pelatihan berlangsung lancar dan sukses, karena pesertanya sangat antusias. Dengan pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan kompetensi guru dan orang tua dalam melakukan identifikasi siswa cerdas istimewa. Selain itu juga bisa meningkatkan dan mengoptimalkan potensi siswa cerdas istimewa dalam berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara,” tutur Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi, Psikolog. (Zen)

Perguruan Tinggi Perlu Punya Standar Operasional Terkait Kuliah Tatap Muka

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Sejumlah kampus di Yogyakarta kini sedang menyiapkan diri melaksanakan kuliah tatap muka. Sebagai persiapan kuliah tatap muka, vaksinasi untuk segenap civitas akademika di kampus terus dilakukan. Vaksinasi tersebut baik untuk para dosen, tenaga kependidikan di kampus serta para mahasiswa.

Terkait dengan persiapan pelaksanaan kuliah tatap muka, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berharap agar segenap perguruan perguruan tinggi bisa menyusun Standar Operasional. Tujuannya agar ada semacam acuan baku yang disepakati bersama berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan di lingkungan kampus.

“Saya berharap pihak kampus bisa mengkonsolidasi diri. Karena ada organisasinya di L2Dikti, bagaimana lewat prganisasi menyamakan persepsi, membangun standar operasioanl prosedur (SOP). Semua gabung rembug SOP mengawal prokes di kampus masing-masing,” tutur Sultan HB X, Kamis (7/10/2021).

Sri Sultan HB X mengingatkan agar segala sesuatu terkait pencegahan penularan dapat dilaksanakan dengan baik dan maksimal. Sebab pihak Pemda DI Yogyakarta bakal bersikap tegas apabila terjadi penularan virus di lingkungan kampus. (Krj)

Monash University Diharap Mampu Bentuk Generasi Muda Berdaya Saing Tinggi

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyambut baik dibukanya kampus Monash University Indonesia, yang merupakan kampus asing pertama di Indonesia dan berlokasi di Green Office Park 9, Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang Selatan.

Monash University Indonesia sudah memulai perkuliahan perdana pada Senin, 4 Oktober 2021 secara virtual dan akan melakukan perkuliahan secara tatap muka mengikuti kebijakan Pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Saat ini, ada empat jurusan program pasca sarjana yang dibuka pada kampus ini, yaitu Sains Data (Data Science), Kebijakan Publik (Public Policy), Desain Perkotaan (Urban Design) dan Inovasi Bisnis (Business Innovation).

Dalam sambutannya kepada mahasiswa baru Monash University pada acara Orientasi Monash University yang digelar secara virtual, Menko Airlangga menyambut baik pembukaan institusi pendidikan berskala internasional di Indonesia. “Pendidikan yang baik, yang dapat diperoleh dari institusi pendidikan berskala internasional dapat membentuk generasi muda Indonesia menjadi generasi yang tangguh, berdaya saing tinggi dengan pengetahuan dan ilmu yang mumpuni untuk bersaing menghadapi persaingan atau kompetisi global,” ujar Menko Airlangga.

Pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat mengubah cara hidup, termasuk cara melakukan kegiatan belajar mengajar di sektor pendidikan. Namun, pandemi ini juga mengakselerasi transformasi dengan menggunakan teknologi dan digital lebih masif ke dalam tata cara kehidupan masyarakat.

Menko Airlangga menambahkan, ”kita memasuki era industri 4.0 yang membutuhkan talenta digital luar biasa, dari mulai Data Analyst, Artificial Intelligence and Machine Learning Specialists, Developer dan lainnya. Indonesia diperkirakan akan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital dalam waktu 15 tahun yang akan datang.” Pemerintah akan terus menyediakan pelatihan kepada lebih dari 600 ribu talenta digital setiap tahunnya untuk mempersiapkan Indonesia menjadi negara dengan PDB terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2045 mendatang.

Rektor Monash University Indonesia, Professor Andrew MacIntrye mengatakan, “kehadiran kampus Monash University Indonesia akan semakin memperkuat komitmen dan hubungan riset pendidikan antara Australia dan Asia.” Kehadiran kampus Monash University di Indonesa diharapkan dapat berkontribusi secara luas terhadap pembangunan di bidang sosial, teknologi dan ekonomi di Indonesia.

Monash University Indonesia sudah memulai membuka pendaftaran untuk mahasiswa tahun ajaran 2022, dan berencana menampung 2.000 mahasiswa setiap tahunnya. Monash University merupakan salah satu universitas terbesar di Australia yang telah beroperasi sejak tahun 1958. Menko Airlangga merupakan lulusan Monash University dan berhasil mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Monash University Australia pada tahun 1996. (Abd)

UM Bekali Ketrampilan Belajar Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

MALANG ( Merdeka News ) : Universitas Negeri Malang (UM) memiliki komitmen untuk melayani semua mahasiswa dalam aktivitas belajar mereka, termasuk para mahasiswa berkebutuhan khusus (MBK). Saat ini terdapat sejumlah mahasiswa berkebutuhan khusus yang kuliah di beberapa program studi di UM.

Agar dapat memberikan pelayanan secara maksimal kepada MBK, telah dibentuk Sub Pusat Pengembangan dan Pelayanan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus, di bawah koordinasi Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) UM. Sub pusat ini mendapatkan amanah untuk mengembangkan program dan pelayanan kepada mahasiswa berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat belajar dan menyelesaikan studi dengan lancar.

“Salah satu program yang disiapkan bagi MBK yaitu kegiatan Pembekalan Keterampilan Prasyarat dalam belajar untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Hambatan Penglihatan dan Hambatan Pendengaran. Karena itu kegiatan ini sangat penting bagi MBK serta para volunteer yang mendampingi,” tutur Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka kegiatan Pembekalan Keterampilan Prasyarat dalam belajar untuk MBK Hambatan Penglihatan dan Hambatan Pendengaran.

Kegiatan Pembekalan Keterampilan ini berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu 1-2 Oktober 2021. Karena masih dalam suasana pandemi, maka pembekalan berlangsung secara online atau daring (dalam jaringan).

Ditegaskan I Wayan Dasna, Ph.D, kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali MBK dan para volunteer yang tergabung dalam Gempita sebagai pendamping belajar MBK. Tujuannya agar mereka mencapai kemandirian serta sukses di dalam belajar.

“Keterampilan prasyarat dalam belajar ini penting dikuasai oleh para volunter pendamping MBK. Dengan demikian diharapkan mereka dapat membantu teman mereka para MBK untuk belajar secara mandiri dan beraktivitas akademik maupun non akademik sebaik mungkin,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 Universitas Negeri Malang.

Menurut Dr Ahsan Ramadhan, Kepala Sub Pusat Pengembangan dan Pelayanan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus LP3 UM, pembekalan keterampilan prasyarat untuk MBK kali ini merupakan salah satu rangkaian dalam mempersiapkan kemampuan MBK mengikuti perkuliahan di UM. Pelatihan kali ini difokuskan bagi MBK dengan hambatan pendengaran dan hamabatan penglihatan.

Materi pelatihan meliputi Keterampilan Komunikasi Bagi Mahasiswa dengan Hambatan Pendengaran, dari Segi Tata Bahasa Tulis dan Lisan dalam Perkuliahan, disampaikan oleh Phieter Angdika (Ketua Gerkatin DIY). Materi ini dikhususkan bagi MBK dan pemdamping pada kelompok hambatan pendengaran. Sedang materi kedua yaitu Penggunaan Teknologi Assistif bagi Mahasiswa dengan Hambatan Penglihatan, disampaikan oleh Rizqi Fajar Pradipta , S.Pd, M.Pd (Dosen PLB UM).

Pelatihan dilaksanakan dalam 2 hari, yaitu tanggal 1 dan 2 Oktober 2021, secara online melalui zoom meeting. Peserta pelatihan sekitar 100 mahasiswa terdiri MBK dengan hambatan pendengaran dan MBK hambatan penglihatan serta para volunteer pendamping belajar MBK yang tergabung dalam GEMPITA. Setelah materi pengantar pelatihan yang disampaikan oleh Dr. Ahsan Romadlon Junaidi , M.Pd, peserta selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok melalui breakoutroom, yaitu kelompok hambatan penglihatan dan kelompok hambatan pendengaran.

Berdasarkan hasil proses diskusi selama pelatihan, diperoleh beberapa rekomendasi untuk peningkatan aktivitas belajar bagi MBK. Diharapkan dikembangkan program pelatihan bahasa isyarat, program belajar Bahasa Indonesia untuk MBK Tuli.

Sedangkan untuk MBK hambatan penglihatan diharapkan ada pelatihan untuk penggunaaan komputer. Selain itu perlu juga diadakan pelatihan bagi dosen di fakultas yang memiliki mahasiswa berkebutuhan khusus sehingga bisa mengadaptasikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. (Zen)

Ketua LP3 UM: Mahasiswa Perlu Tingkatkan Personal Branding

MALANG ( Merdeka News ) : Dunia kerja di era disruptif saat ini berdampak pada banyaknya jenis pekerjaan yang hilang dan muncul jenis pekerjaan baru dengan model yang berbeda. Karena itulah pelatihan memasuki dunia kerja menjadi sangat penting, terutama bagi mahasiswa yang akan lulus dan siap memasuki lapangan kerja. Saat ini dalam memasuki dunia kerja, tidak hanya ijazah yang dipentingkan, namun banyak hal lain yang juga harus dipersiapkan.


Demikian ditegaskan oleh Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Pelatihan Persiapan Memasuki Dunia Kerja Bagi Mahasiswa, Kamis, 30 September 2021.


Menurut Ketua LP3 UM I Wayan Dasna, Ph.D, salah satu aspek yang perlu dipersiapkan oleh mahasiswa yaitu terkait dengan personal branding. Sering terdengar dari para alumni bahwa sebenarnya lulusan Univeritas Negeri Malang bisa bekerja dengan baik. Namun seringkali alumni tidak mempunyai keberanian untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya secara langsung. Mereka justru terlihat kurang percaya diri pada saat wawancara seleksi. Dalam kaitan inilah pentingnya kemampuan personal branding.


“Karena lemahnya personal branding, maka seringkali alumni UM kalah bersaing dengan alumni Perguruan Tinggi lain saat proses seleksi pekerjaan. Oleh karena itu mahasiswa perlu berlatih untuk meningkatkan personal branding, sehingga sukses dalam menembus dunia kerja,” tambah Ketua LP3 UM Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D.


Dikatakan I Wayan Dasna, Ph.D, para calon pencari kerja juga harus mampu menyusun curiculum vitae yang baik. Apalagi saat ini lamaran kerja termasuk seleksi banyak dilakukan secara on-line. Maka perlu belajar membuat curiculum vitae yang dapat menampilkan potensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan posisi pekerjaan atau karier yang sedang dilamar. Sedangkan pembuatan curiculum vatae tidak pernah diajarkan di dalam perkuliahan.


“Selain itu seringkali kegagalan pelamar kerja dialami saat menghadapi psikotes. Dalam menghadapi psikotes yang merupakan salah satu pentahapan dalam seleksi, harus percaya diri, yakin atas kemampuan yang dimiliki. Keyakinan atas kemampuan diri ini sangat mendukung dalam keberhasilan dalam melewati sesi psikotes,” tutur Ketua LP3 UM Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D.


Kegiatan Pelatihan Persiapan Memasuki Dunia Kerja Bagi Mahasiswa ini, difasilitasi Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A) dan Pusat Karier, LP3, UM. Karena suasana pandemi, pelatihan dilakukan secara online, diikuti sekitar 100 orang mahasiswa dari 8 fakultas di Universitas Negeri Malang, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Pendidikan Psikologi.

Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, Pelatihan bertujuan untuk memberi bekal mahasiswa yang menjelang lulus, agar lebih siap dalam memasuki dunia kerja. Sejumlah materi disampaikan oleh para narasumber untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan dalam memasuki dunia kerja.


Materi pelatihan di antaranya yakni kebijakan pemerintah terkait dunia kerja disampaikan oleh Manake Bambang Triawan,SE, dari Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang. Selanjutnya preferensi karier kesempatan kerja di Indonesia dibahas oleh Dr. Muslihati M.Pd. Bagaimana meningkatkan personal branding dan siap mengikuti wawancara dibahas tuntas oleh Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Strategi Menulis Aplikasi Kerja dan Curriculum Vitae dilatihkan oleh Wahyu Nur Hidayat, S.Pd., M.Pd dan Strategi Menghadapi Seleksi Tulis dan Psikotes oleh Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi., Psikolog. (Zen)

Nadiem Ajak BEM Capai Kampus Merdeka

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Anwar Makarim mengajak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk mencapai Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Nadiem pun berjanji menyelesaikan masalah dan kendala yang dialami mahasiswa saat mengikuti program Kampus Merdeka.

“Ayo kita bikin program, ayo jalan bersama. Kita kerjanya barengan, bikin program yang tangible bersama untuk mencapai Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar,” ujar Nadiem.

Nadiem menjelaskan dua hal utama yang ingin diwujudkan kementerian yang dipimpinnya, yakni membuat sekolah dan perguruan tinggi itu menjadi tempat yang menyenangkan dan relevan.

Saat ini pemerintah berupaya meningkatkan level partisipasi dan relevansi institusi pendidikan dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan tinggi. Upaya ini membutuhkan kejelasan target.

Targetnya tersebut adalah adalah profil pelajar Pancasila yang beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, kreativitas, kemandirian, bernalar kritis, gotong royong, dan memiliki kompetensi. (Nnm)

Menteri Agama Dukung Vaksinasi Santri dan Siswa Madrasah

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kemenag mendukung – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Madrasah, Pondok Pesantren, dan Perguruan Tinggi Keagamaan dan kini sudah berjalan. Oleh karena itu Menag Yaqut Cholil Qoumas terus mendorong Vaksinasi untuk siswa madrasah dan santri. Demikian disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas saat Rakor Tingkat Menteri (RTM) terkait Pembelajaran Tatap Muka melalui zoom.

Pelaksanaannya disesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun 2020/2021dan tahun akademik 2021/2021 di masa Pandemi Covid-19.

“Proses belajar mengajar di Madrasah dan Pondok Pesantren, serta Perguruan Tinggi Keagamaan dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam mengacu pada panduan pembelajaran sesuai SK Bersama Empat Menteri. Semua berjalan harus sesuai Protokol Kesehatan,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas .

Rakor tingkat Menteri ini dipimpin oleh Menko PMK Muhadjir Effendy. Ikut bergabung, Menteri Kesehatan Budi Sunadi Sadikin, Mendikbudristek Nadiem Makarim, serta perwakilan Kemendagri, Kemenhub, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.

“Secara umum proses belajar mengajar tatap muka, baik di Madrasah, Pondok Pesantren, dan Perguruan Tinggi Keagamaan, sudah siap. Kami minta Kankemenag tetap harus berkoordinasi dengan Pemda setempat. Dan ini terus berjalan baik,” tambah Menag Yaqut.

Menag Yaqut menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus mendorong jalannya vaksinasi kepada siswa madrasah, pondok pesantren, serta tenaga pendidik dan kependidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan. “Kita terus dorong berjalannya vaksinasi ini. Karena pesantren kebanyakan di bawah ormas keagamaan, kita jalin kerjasama dengan baik,” kata Menteri Agama Yaqut. (Kr)