Category Archive : Pendidikan

MI Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara Kini Bertabur Prestasi

JEPARA  ( Merdeka News ) : Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) Mafatihul Akhlaq Demangan Kecamatan Tahunan Jepara Jawa Tengah, kini bertabur prestasi.  Madrasah tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam ( YPI ) Mafatihul Akhlaq.

Prestasi yang sukses diukir oleh MI Mafatihul Akhlaq ini ada yang bersifat akademik serta non akademik. Di bidang akademik selain lulusannya rata berkualitas bagus, juga para murid di madrasah ini rata-rata memiliki kemampuan unggul di bidang Tahfidz Al-Qur’an.

Salah satu bukti yakni sejumlah 53 orang  siswa  siswi  program kelas Tahfidz MI  Mafatihul Akhlaq  melaksanakan  sema’an  Al-Qur’an Juz 30, kemarin. Sema’an  Al-Qur’an Juz 30 yang dilakukan para siswa dan siswi MI  Mafatihul Akhlaq   tersebut berlangsung khidmad dan lancar, diselenggarakan di Masjid Baitur Rohman Jepara.

Acara Sema’an Al-Qur’an  Juz 30 ini dihadiri oleh Ketua Pengurus YPI Mafatihul Akhlaq  H. Nur Kholis MH, Kepala Sekolah MI Mafatihul Akhlaq  H. Muhammad  Sya’roni, M.Pd.I,  Dewan Guru  serta para  Wali Murid dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah MI Mafatihul Akhlaq  H. Muhammad Sya’roni, M.Pd.I mengatakan, pelaksanaan  sema’an  Al-Qur’an Juz 30 ini untuk mempertegas kelancaran hafalan para siswa dan siswi. Al-Qur’an Juz 30 merupakan juz Amma yang jadi  pondasi dasar anak untuk menuju kesuksesan di masa depan.

“Atas nama Kepala Madrasah  Mafatihul Akhlaq  saya berpesan kepada para siswa dan siswi, agar  jangan bosan  untuk menghapal Al-Qur’an, selalu istiqomah  dan  bersungguh -sungguh saat berusaha menghafalnya agar kelak mendapat Syafaat Al-Qur’an,” kata Kepala Sekolah MI Mafatihul Akhlaq  H. Muhammad  Sya’roni, M.Pd.I.

Sedangkan  Ketua Pengurus YPI Mafatihul Akhlaq  H. Nur Kholis MH, saat sambutan menegaskan bahwa MI Mafatihul Akhlaq  sudah membuktikan bahwa para siswanya  tidak kalah prestasinya dengan sekolah lain. Karena itu para orang tua tidak perlu menyekolahkan anak-anaknya keluar daerah, namun cukup di lembaga pendidikan ini.

“Pihak Pengurus YPI mohon do’a restu kepada para  wali murid dan tokoh masyarakat atas pembangunan gedung asrama Tahfidz yang saat ini sedang berjalan. Mudah- mudahan tahun depan asrama tersebut sudah bisa ditempati, sehingga kegiatan kelas Tahfidz bisa lebih maksimal,” tambah Ketua Pengurus YPI Mafatihul Akhlaq  H. Nur Kholis MH.

MI Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara selain  berprestasi di bidang akademik, juga berprestasi dalam bidang non akademik atau ekstrakurikuler.  Prestasi tersebut yakni  Juara  “Jateng Open Drum Marching Band Competition”  Tahun 2016  tingkat Propinsi Jawa Tengah. (HRF)

Unisnu Jepara Maju Pesat Kini Banjir Dukungan

JEPARA ( Merdeka News ) : Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Jawa Tengah, kini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan itu antara lain meliputi kualitas pendidikan bagi mahasiswa, jumlah mahasiswa yang terus bertambah serta pembangunan fisik kampus yang semakin representatif.

Pesatnya kemajuan Unisnu mengundang banyak dukungan dari sejumlah lembaga terkait. Salah satunya dari pihak Pemerintah Kabupaten Jepara yang sangat mengapresiasi perkembangan Unisnu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara  kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Yaptinu (Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama ) yang telah mengelola Unisnu Jepara menjadi kampus yang semakin berkembang,” tegas Asisten 1 Sekda Jepara Dwi Ryanto,  mewakili Bupati Jepara Dian Kristiandi, S.Sos.

Dwi Ryanto memberikan sambutan  mewakili Bupati Jepara,  saat hadir pada acara Pelantikan Pengurus dan Pengawas Yaptinu Jepara masa bakti 2021-2026 di Auditorium Perpustakaan Unisnu Jepara,kemarin. Acara pelantikan tersebut di bawah kordinasi Ketua Panitia H. Fathur Rofiq SE,MM. Ikut hadir dalam acara tersebut pejabat dari Kemenag Jepara, Pimpinan DPRD Jepara, Rektor dan para Dekan di Unisnu, serta para tokoh pendidikan NU di Jepara dan lingkup Jawa Tengah.

“Pemerintah Kabupaten Jepara ikut bangga dengan kemajuan yang telah dicapai Yaptinu dalam mengelola Unisnu. Selain itu  Pemerintah daerah juga telah menghibahkan gedung Akademi Komunitas  Negeri Jepara  beserta para dosennya, ikut bergabung ke Unisnu,” tambah Dwi Ryanto.

Dalam acara pelantikan tersebut, tampil memberikan sambutan Pembina Yaptinu Drs. H. Muhammad Najib, Msi. “”Hari ini merupakan hari yang berbahagia, karena kita  bersama- sama menyaksikan Pelantikan Pengurus dan Pengawas serta  Dewan Pertimbangan  Yaptinu Periode 2021 – 2026,” kata Drs. H. Muhammad Najib, Msi.

Dalam kaitan ini Drs. H. Muhammad Najib, Msi juga memberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi  kepada Pengurus dan Pengawas Yaptinu periode 2016-2021 yang telah bekerja dalam kemajuan dan pengembangan Unisnu. Sejumlah prestasi yang telah dicapai untuk pengembangan Unisnu antara lain mendirikan Klinik yang merupakan cikal bakal Rumah Sakit, meningkatnya jumlah mahasiswa dan meningkatnya Akreditasi Prodi di kampus tersebut. Selain itu kampus Unisnu kini didukung dengan  gedung  perkuliahan yang cukup representatif.

Sementara itu Ketua LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama ) Jawa Tengah Prof. Dr. Mudzakir Ali dalam sambutannya mengatakan, ikut bersyukur dan mendukung atas  kemajuan yang dicapai oleh Yaptinu dalam mengelola Unisnu Jepara.

“Namun Yaptinu sebaiknya tidak hanya mengurusi bidang Pendidikan, tetapi harus mampu mengembangkan usaha lain, misalnya  rumah sakit. Sebagaimana yang telah dilakukan Unwahas  Semarang, yang telah sukses  mendirikan klinik, bekerja sama dengan Alfamart, mendrikan Apotik, dan mengembangkan Pesantren,” tambah Prof. Dr. Mudzakir Ali. (Ros)

Kemendikbud Perkuat Program Pendidikan Sarjana Terapan

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperkuat Program Pendidikan Sarjana Terapan atau D4 agar lulusannya tidak hanya terampil dalam bidang yang dipelajari, tetapi juga mampu menjadi pemimpin, kreator, dan inovator.

“Setelah mendapatkan pengetahuan dan keahlian teknikal di jenjang Pendidikan D3, Pendidikan Sarjana Terapan atau D4 sebagai jawaban atas kebutuhan industri akan melatih peserta didik mengembangkan karakter adaptif, kreatif, dan cerdas,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan pers di Jakarta, kemarin.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto, Program Pendidikan D4 meliputi 60 persen praktik dan 40 persen teori sehingga lulusannya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan industri saat ini.

Ditambahkan, lulusan Program Pendidikan D4 punya keahlian lebih dibandingkan dengan lulusan Program Pendidikan D3 karena telah mengikuti program pembelajaran berbasis proyek bersama dengan industri serta magang selama satu tahun di industri.

Wikan juga menjelaskan mengenai upaya pengembangan Pendidikan Vokasi melalui penerapan Program SMK-D2 Fast Track. “Jadi nantinya SMK ditambahi tiga semester magang, sistemnya nanti ‘dual system’, yaitu mereka dapat kuliah sambil magang. Sistem ini juga digunakan oleh Jerman,” katanya.

Menurutnya, perkembangan pesat industri membuat beberapa pekerjaan mulai menghilang dan pekerjaan-pekerjaan baru muncul. “Kita harus mengikuti perkembangan zaman dan memperhatikan profesi yang bermunculan saat ini,” katanya.(Ant)

Tanoto Foundation Kini Bermitra Dengan 6 Perguruan Tinggi Negeri

JAKARTA ( Merdeka News ) : Tanoto Foundation kini bermitra dengan 6 perguruan tinggi yakni IPB Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, dan Universitas Hasanudin Makasar.

Aryanti Savitri selaku Head of Scholarship & Leadership Development Tanoto Foundation dalam acara Virtual Media Briefing Tanoto Student Research Award National Competition yang digelar Rabu (24/2/2021) menjelaskan inovasi berperan penting dalam kemajuan bangsa.

Melalu inovasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, kualitas sumber daya manusia akan meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Inovasi juga dapat menciptakan efisiensi dalam perekonomian, sehingga produk-produk yang dihasilkan semakin kompetitif,” kata Aryanti Savitri.

Tanoto Foundation sebagai organisasi filantropi yang fokus pada pendidikan, lanjut Aryanti, mendorong generasi muda untuk bisa berinovasi dan mengembangkan aplikasi pengetahuan yang mereka dapat di perguruan tinggi untuk menjadi produk yang bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat melalui dana hibah penelitian. Besaran dana hibah tersebut berkisar antara Rp5 juta hingga Rp20 juta per penelitian.

“Melalui Tanoto Student Research Award ini, kami juga ingin meningkatkan jumlah peneliti di Indonesia, terutama para peneliti muda yang tumbuh dari perguruan tinggi,” sambung Aryanti Savitri.

Dengan program TSRA , Aryanti berharap generasi muda dapat membangun potensi hilirisasi penelitian di kampus masing-masing.

Menurut Aryanti, rangkaian kegiatan TSRA National Competition tidak hanya mencakup perlombaan dan penjurian saja tetapi juga Kuliah ‘Credit Earning’, yang merupakan aktivitas belajar di luar kampus di mana mahasiswa mengikuti perkuliahan Metode Penelitian dari IPB University, yang selanjutnya dapat diklaim SKS. Ini adalah salah satu perwujudan komitmen Tanoto Foundation mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. (Krj)

Pelatihan Sukses Menulis Skripsi di Universitas Negeri Malang

MALANG ( Merdeka News ) : Menulis skripsi atau tugas akhir merupakan suatu seni, tidak sekedar melakukan penelitian kemudian menuliskannya dalam bentuk karya ilmiah. Dalam proses penyelesaiannya penuh dengan dinamika yang seringkali tidak bisa diprediksikan terlebih dahulu. Di sinilah diperlukan kiat-kiat  khusus dan juga kreativitas baik terkait dengan substansi materi yang diteliti maupun dalam beriteraksi dengan dosen pembimbing skripsi.

Demikian ditegaskan oleh Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Pelatihan Sukses Menulis Skripsi bagi mahasiswa UM, Kamis (25 Februari 2021).

Ditegaskan  Ketua LP3 UM  I Wayan Dasna, Ph.D, dalam proses menulis skripsi, mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing. Dosen pembimbing mempunyai karakteristik yang sangat khas dan bervariasi. Menurut para mahasiswa ada dosen pembimbing yang cepat memberi respon,  baik hati, selalu memberi petunjuk bahkan memberikan sumber-sumber yang diperlukan. Namun ada juga yang sulit ditemui, sudah ditunggu-tunggu ternyata tidak berkenan memberi bimbingan, atau hanya mencoret-coret tanpa ada petunjuk yang jelas.

“Di sinilah perlunya adanya kiat dan seni yang khas, seni dalam  berkomunikasi, bernegosiasi juga beradaptasi,  sehingga mendukung dalam  penyelesaian skripsi. Dalam komunikasi dengan dosen pembimbing, perhatikan  etika. Bisa jadi tulisan sudah baik namun cara komunikasi kurang tepat maka bisa jadi akan mendapat respon yang tidak diharapkan,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D .

Pelatihan Sukses Menulis Skripsi  ini  diselenggarakan P2BK3A (Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik), LP3 UM.  Pelatihan diikuti para mahasiswa dari berbagai  fakultas di lingkungan Universitas Negeri Malang.

Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, Pelatihan Sukses Menulis Skripsi ini diselenggarakan  untuk  memfasilitasi mahasiswa agar memiliki wawasan dan keterampilan yang mendukung penyelesaian skripsi. Dengan demikian diharap mahasiswa bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu.

Dalam pelatihan tersebut, sejumlah materi disampaikan oleh para narasumber yang mempunyai keahlian di bidangnya.  Dr Juharianto,M.Pd  Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan UM yang publikasi ilmiahnya sudah demikian banyak baik di jurnal nasional maupun internasional, mengajak peserta belajar cara mencari sumber rujukan dan cara pengutipan. 

Bagaimana cara membaca referensi dan menulis karya ilmiah sesuai dengan tatabahasa Bahasa Indonesia, disampaikan  Dewi Ariani MPd, Dosen  Jurusan Sastra  Indonesia UM. Selanjutnya  kiat-kiat berhasil dalam menulis skripsi, dipandu  oleh Ani Wilujeng, PhD; Dosen Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi  UM yang karya publikasinya juga sangat luar biasa. 

Aspek psikologis dalam penyelesaian skripsi juga merupakan factor yang penting diperhatikan. Para narasumber dari Fakultas Psikologi UM menyampaikan materi yang terkait dengan aspek psikologis dalam menyelesaikan skripsi. Bagaimana berinteraksi secara efektif dengan dosen pembimbing, disampaikan oleh Dwi Nikmah,S.Psi,M.Psi, serta manajemen diri dalam menulis skripsi dibahas tuntas Aji Bagus Priyambodo, SPsi,M.Psi.

Pelatihan dilaksanakan secara daring sinkron dan asinkron. Daring sinkron dilaksanakan tanggal 22 – 24 Februari 2021 melalui SIPEJAR ( Sistem Pengelolaan Pembelajaran)  UM. Peserta mempelajari secara mandiri materi yang telah disiapkan serta mengerjakan Latihan-latihan yang telah disiapkan. Berikutnya aktivitas sinkron melalui zoom meeting dilaksanakan tanggal 25 – 26 Februari 2021. Para peserta bertemu secara tatap maya dengan para narasumber untuk mendiskusikan dan membahas materi yang telah dipelajari. (MZ)

Kampus UBSI Siap Motivasi Mahasiswa Baru

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kampus Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) selalu memiliki ide kreatif dalam menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021 untuk Periode Kuliah Maret 2021. Kali ini, Universitas BSI akan menggelar Seminar Motivasi (SEMOT) dengan konsep dan tema yang mengusung ‘UBSI Maju, Indonesia Bangkit’. Kegiatan ini akan ditayangkan secara langsung melalui akun youtube ‘Kuliah BSI Aja’, Sabtu (13/03) pada pukul 13.00- 17.00 WIB.

Pemateri yang dihadirkan merupakan alumni dari Universitas BSI yakni, Putri Tasya yang merupakan Puteri Kebudayaan Indonesia 2019 dan Puteri Persahabatan serta Agung Solihin, founder & CEO SCB Consulting.

Suharyanto, selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas BSI menjelaskan bahwa kampus Universitas BSI selalu menyiapkan konsep dan tema yang menarik untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru.

“Kegiatan SEMOT untuk periode kuliah Maret 2021 ini, digelar dengan konsep dan tema yang menarik. Serta menghadirkan pembicara yang dapat memotivasi mahasiswa baru agar memiliki semangat mengasah softskills guna meraih prestasi di kampus,” ujarnya, Senin (22/02).

Lebih lanjut, Suharyanto menambahkan pentingnya menumbuhkan rasa percaya diri pada mahasiswa baru, akan membawa kesuksesan pada mahasiswa tersebut sehingga mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

“Motivasi sangat penting dan harus menjadi tujuan utama mahasiswa baru saat memasuki perkuliahan. Karena motivasi inilah yang menjadi pemicu penentuan rencana atau cita-cita mahasiswa kedepannya,” imbuhnya.

Suharyanto berharap akan digelarnya kegiatan ini, dapat membuat mahasiswa baru memiliki rencana untuk masa depannya. Sehingga mahasiswa baru Universitas BSI memiliki sikap optimisme, mandiri dan percaya diri bersaing dengan kampus lainnya.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan SEMOT semakin membuat mahasiwa baru termotivasi menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap optimis. Bersama kampus Universitas BSI, generasi muda harus mampu menjadi pelopor perubahan di era saat ini, dan memajukan bangsa Indonesia di kancah Internasional,” tambahnya. (Tnp)

Yayasan Astra Honda Motor Beri Beasiswa Bagi Pelajar

JAKARTA ( Merdeka News ) : Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) kembali memberikan beasiswa pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebanyak Rp350 juta untuk para pelajar dan guru agar tetap dapat melaksanakan pembelajaran yang optimal di masa pandemi.

Beasiswa PJJ ini merupakan bagian dari program beasiswa pendidikan yang diberikan Yayasan AHM untuk mendukung dunia pendidikan. Pandemi Covid-19 yang belum usai membuat proses belajar mengajar baru bisa dilakukan secara daring. Tidak sedikit pelajar dan guru menghadapi kesulitan secara finansial dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh yang masih berlangsung hingga saat ini.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan beasiswa PJJ ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan AHM dalam memperkuat kontribusi di bidang pendidikan dengan mendampingi pelajar dan guru mengikuti proses pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

“Semoga bantuan pendidikan ini dapat meringankan keuangan orang tua maupun guru honorer dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh selama pandemi. Kami berharap mereka tetap semangat dan selalu kreatif sehingga negeri ini tetap mampu melahirkan generasi cerdas dan berkualitas walau di tengah pandemi,” ujar Muhibbuddin.

Bantuan beasiswa pendidikan diberikan kepada 203 siswa-siswi berprestasi di Sekolah Satu Hati yang merupakan binaan dari PT Astra Honda Motor (AHM) dan juga para peserta didik dari Kampung Berseri binaan AHM, serta 36 guru honorer di sekolah-sekolah sekitar perusahaan. Bantuan disalurkan melalui perwakilan sekolah untuk selanjutnya dibagikan kepada para peserta didik maupun guru dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku (22/2).

Beasiswa PJJ dari Yayasan AHM ini didistribusikan ke 49 sekolah dengan nominal bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD dan SMP mendapatkan bantuan senilai Rp1.250.000,- untuk setiap siswa dan untuk jenjang SMA sederajat mendapatkan Rp1.500.000 untuk setiap siswanya. Sementara itu, Yayasan AHM juga memberikan apresiasi sebesar Rp2.000.000,- kepada setiap guru honorer yang telah berdedikasi lebih dari 5 tahun serta aktif dalam menggerakkan siswanya dalam mengikuti kegiatan di Sekolah Satu Hati.

Bantuan beasiswa pendidikan ini merupakan kelanjutan dari penyaluran beasiswa serupa yang telah dijalankan Oktober tahun lalu. Melalui dua tahap bantuan ini, Yayasan AHM telah menyalurkan beasiswa pendidikan senilai total Rp700 juta.

Selain diberikan kepada siswa berprestasi, bantuan pendidikan tahap kedua ini juga diberikan kepada siswa dan guru yang aktif dalam program Sekolah Satu Hati gagasan AHM, yaitu aktif dalam program Adiwiyata, pelestarian budaya angklung, serta program safety riding untuk meningkatkan kualitas Sekolah Satu Hati. (Tnp)

Peran Konselor Sebaya Sangat Penting di Masa Pandemi

MALANG ( Merdeka News ) : Para mahasiswa yang berperan sebagai Konselor Sebaya memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam membantu mahasiswa lain yang bermasalah. Lebih lagi di Era Pandemi Covid 19 sekarang ini, peran mereka semakin diperlukan.


Demikian ditegaskan oleh Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Pelatihan Konselor Sebaya Bagi Mahasiswa UM. Karena masih dalam suasana pandemi, maka pelatihan ini berlangsung secara daring (dalam jaringan) atau online.


Pelatihan konselor sebaya dilaksanakan dengan model sinkron dan asinkron. Kegiatan asinkron dilaksanakan 15-16 Februari 2021 melalui SIPEJAR (Sistem Pengelolaan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang. Para peserta mempelajari secara mandiri materi yang telah disiapkan. Pelatihan secara sinkron dilaksanakan 17-18 Februari 2021 melalui Zoom Meeting.


Ditegaskan Ketua LP3 UM I Wayan Dasna, Ph.D, dengan kegiatan pembelajaran yang demikian banyak dan dilakukan secara daring, seringkali terjadi banyak masalah di kalangan mahasiswa. Belajar secara daring, menuntut mahasiswa lebih banyak belajar secara mandiri. Pengawasan dari dosen sangat sedikit. Belajar secara mandiri membutuhkan motivasi yang tinggi dari dalam diri, memerlukan penguasaan keterampilan dalam belajar, termasuk keterampilan dalam menggunakan perangkat pembelajaran secara daring.


“Justru di saat pandemi sekarang ini banyak mahasiswa yang bermasalah, karena itulah peran konselor sebaya sangat diperlukan. Mahasiswa yang bermasalah perlu didorong untuk mau membuka diri untuk memecahkan masalah. Kehadiran konselor sebaya menjadi penting untuk membantu teman-teman dalam mengatasi masalah. Saya bangga, karena Anda para konselor sebaya mempunyai motivasi yang tinggi untuk membantu orang lain, bermanfaat bagi orang lain,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D.


Pelatihan Konselor Sebaya Bagi Mahasiswa UM ini diselenggarakan oleh P2BK3A (Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik), LP3 Universitas Negeri Malang.


Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, pelatihan ini memiliki tujuan mempersiapkan para calon konselor sebaya memiliki kemampuan dalam memberikan layanan konseling sebaya. Pelatihan diikuti oleh 100 mahasiswa yang aktif mendaftarkan diri, dari 8 fakultas di lingkungan Universitas Negeri Malang. Di harapkan para serta pelatihan, ke depan bisa memerankan dirinya sebagai konselor sebaya bagi teman-teman mahasiswa di fakultasnya masing-masing.


Pelatihan melibatkan sejumlah narasumber, meliputi Dra. Ella Faraidati Zen,M.Pd, Aji Bagus Priyambodo, S.Psi M.Psi., Diniy Hidayatur Rahman, M.Pd, Gamma Rahmita Ureka Hakim, M.Psi., Psi, Widya Multisari, M.Pd. (MZ)

Kemendikbud Gelorakan Kampus Mengajar

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kampus Mengajar digelorakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ini merupakan kegiatan mengajar di sekolah yang merupakan bagian dari program Kampus Merdeka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menjelaskan tujuan diadakannya Kampus Mengajar adalah pertama, untuk menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi. Kedua, membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk SD di daerah 3T. Penyelenggaraan program ini sendiri adalah atas dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Tantangan yang kita hadapi sangatlah besar, khususnya bagi adik-adik kita yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Melalui Kampus Mengajar 2021, saya ingin menantang adik-adik mahasiswa untuk juga mengatakan “SAYA MAU!” Yakni mau membantu mengubah tantangan tersebut menjadi harapan,” ungkap Mendikbud ketika meluncurkan program Kampus Mengajar.

Nadiem Makarim mengajak teman-teman mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk beraksi, berkolaborasi, dan berkreasi selama dua belas minggu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar, terutama yang berada di daerah 3T, sekaligus mengasah kepemimpinan, kematangan emosional, dan kepekaan sosial.

Mendikbud juga menekankan agar perguruan tinggi dan dosen mendukung mahasiswanya untuk mengikuti program Kampus Merdeka dan mempermudah konversi SKS, karena Kampus Merdeka adalah hak mahasiswa untuk belajar di luar lingkungan kampus. (Kr)

Kampus Mengajar Resmi Diluncurkan Mendikbud

JAKARTA ( Merdeka News ) : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi meluncurkan program Kampus Mengajar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerangkan bahwa salah satu tujuan Kampus Mengajar adalah untuk memperbaiki mutu pendidikan Tanah Air yang selama pandemi Covid-19 ini turut terdampak.

Konsep dasar Kampus Mengajar ialah melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia untuk melakukan pengajaran kepada anak-anak usia sekolah. Sasaran pengajaran utamanya di daerah-daerah yang cukup tertinggal.

“Melalui Kampus Mengajar 2021, saya ingin menantang kalian (mahasiswa) untuk juga mengatakan ‘saya mau’, yakni mau membantu mengubah tantangan tersebut menjadi harapan. Saya mengajak mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk beraksi, berkolaborasi, dan berkreasi selama 12 minggu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, terutama yang di daerah 3T,” sebut Nadiem dalam acara Peluncuran Kampus Mengajar secara daring pada Selasa (9/2/2021).

Program Kampus Mengajar, menurut Nadiem akan dilaksanakan selama 12 minggu. Di samping memberikan manfaat bagi siswa, program ini juga, kata Nadiem, bakal melatih jiwa kepemimpinan mahasiswa.

“Sekaligus mengasah kepemimpinan, kematangan emosional dan kepekaan sosial, dan saya berharap setiap mahasiswa akan menjawab tantangan saya untuk terus memelihara api optimisme dan memberikan kontribusi terbaiknya,” sebutnya.

Ia pun mengimbau pihak kampus agar dapat segera memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk bisa belajar di luar kelas, termasuk melalui Kampus Mengajar ini.

“Pada kesempatan ini saya juga ingin mengingatkan pemimpin perguruan tinggi dan dosen untuk segera melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan agar mahasiswa dapat melaksanakan hak belajarnya di luar kampus dan di luar program studi dengan mudah difasilitasi dan didukung,” kata Nadiem. (Tnp)