Category Archive : Pendidikan

Guru BK SMA di Banyuwangi Ikuti Pelatihan Bimbingan Kelompok

MALANG ( Merdeka News ) :  Teknik-teknik bimbingan kelompok merupakan kompetensi penting yang perlu dikuasai oleh para guru bimbingan dan konseling (guru BK) atau konselor. Namun realitasnya belum banyak guru BK di berbagai daerah yang menguasai teknik bimbingan kelompok.

“Teknik bimbingan kelompok memang sangat penting bagi para guru BK. Namun  teknik ini belum banyak dikuasai oleh mereka. Karena itulah Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, berupaya membantu peningkatan kualitas layanan BK di kabupaten banyuwangi dengan menyelenggarakan Pelatihan “Training Of Trainer” Konselor Sekolah dalam Peningkatan Penguasaan Teknik Bimbingan Kelompok,”  tutur Riskiyana Prihatiningsih, M.Pd, dosen Departeman BK FIP Universitas Negeri Malang (UM) dalam keterangannya kemarin.

Kegiatan pelatihan ini merupakan perwujudan kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat Departemen Bimbingan dan Konseling FIP  Universitas Negeri Malang dengan Ketua Riskiyana Prihatiningsih, M.Pd. Sedangkan sebagai anggota yakni Dra. Elia Flurentin, M.Pd , Dra. Ella Faridari Zen, M.Pd , dan Widya Multisari, M.Pd . Pelatihan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kabupaten Banyuwangi yang diketuai oleh  Dra. Siti Asiyah.

Pelatihan diselenggarakan secara bertahap, yaitu tahap satu diselenggarakan secara asinkronus zoom. Tahap  dua diselenggarakan secara luring atau tatap muka bertempat di aula SMAN 1 Giri Kabupaten Banyuwangi, dan tahap 3 diselenggarakan secara sinkronus zoom.

Kegiatan pelatihan pada tahap satu yang diselenggarakan secara sinkronus zoom sebanyak dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 25 dan 27 Agustus 2022, sebagai pemantapan teori teknik bimbingan kelompok.

Pada tahap dua kegiatan dilaksanakan secara luring bertempat di Aula SMAN 1 Giri Kabupaten Banyuwangi.  Kegiatan pelatihan  pada hari Sabtu, 10 September 2022 dibuka dengan sambutan oleh tuan rumah kegiatan yaitu Kepala Sekolah SMAN 1 Giri Banyuwangi.

Pada sambutannya Kepala Sekolah menyampaikan bahwa penting bagi guru BK untuk memahami potensi dan bakat minat siswa, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai sehingga layanan BK keberterimaannya tinggi oleh siswa. Sehingga tidak ada lagi guru BK yang ditakuti oleh anak-anak, dalam sebuah petikan sambuatannya “Guru BK harus mengikuti zaman, dan memahami apa yang menjadi keinginan anak sehingga anak dapat mencapai potensi diri yang optimal”.

Pada kegiatan tahap dua ini, diawali dengan mereview rencana layanan yang telah dibuat oleh para konselor sekolah SMA di Banyuwangi, kegiatan review dipimpin oleh Dra. Elia Flurentin. Kegiatan selanjutnya Widya Multisari, M.Pd  mengajak peserta pelatihan melakukan praktik kegiatan pembuka kelompok dengan sejumlah permainan kelompok. Pada akhir pelatihan konselor diajak untuk mempratikkan rencana layanan yang telah dibuat sebelumnya yang dipimpin oleh Dra. Ella Faridari Zen, M.Pd.

Pada tahap ketiga, yaitu refleksi dan evaluasi dilaksanakan secara daring zoom meeting pada Jum’at 16 September 2022. Pada kegiatan ini peserta melakukan refleksi dan evaluasi berdasarkan kegiatan layanna di sekolah masing-masing dengan meimplementasikan perangkat layanan yang sebelumnya dibuat pada pelaksanaan pelatihan. Tahapan ketiga ini menutup rangkaian kegiatan pelaksanaaan Pelatihan “Training Of Trainer” Konselor Sekolah dalam Peningkatan Penguasaan Teknik Bimbingan Kelompok. (MZ)

Riset Kualitatif Optimalkan Layanan Bimbingan dan Konseling

MALANG ( Merdeka News ) : Kalangan akademisi Bimbingan dan Konseling perlu lebih intensif dalam mengkaji dan menerapkan riset kualitatif. Para guru Bimbingan dan Konseling (guru BK) atau praktisi BK, serta para mahasiswa BK juga bisa melakukan riset kualitatif.

“Riset kualitatif yang dilakukan oleh akademisi, praktisi dan mahasiswa dapat mengoptimalkan fungsi layanan Bimbingan dan konseling. Hasil Riset kualitatif digunakan sebagai dasar menyusun program layanan dan program perbaikan layanan BK. Namun sangat disayangkan riset kualitatif seringkali dianggap sulit karena cenderung membutuhkan waktu yang lama, sehingga pelaksanaan riset kualitatif masih belum populer dilakukan oleh kalangan akademik dan praktisi konseling,” tutur Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd, Ketua Prodi S2 & S3 Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, kemarin.

Terdorong kepedulian yang tinggi pada akademisi BK dan guru BK, Prodi S2 & S3 Bimbingan dan Konseling,FIP, Universitas Negeri Malang (UM) lantas menggelar Seminar Literasi bedah buku dengan tema “Penguatan Landasan Teoritis dan Praktis Bimbingan dan Konseling”. Bedah Buku ini merupakan wujud kepedulian terhadap para mahasiswa, akademisi, praktisi dan konselor persekolahan dalam menyelenggarakan Riset dan Layanan bimbingan dan konseling profesional sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan konseli.

Acara Seminar Literasi dibuka dengan Kata Sambutan dari Dekan Fakutas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Dr. Ahmad Yusuf Shobri, S.Sos., M.Pd. Seminar literasi bedah buku menghadirkan sejumlah narasumber yakni Prof. Dr. Andi Mappiare, AT., M.Pd. (Guru Besar Budaya Konseling pada Prodi BK UM), Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., Prof. Dr. Syamsu Yusuf, M.Pd., Dr. Nursalim, M.Pd. serta Prof. Dr. Achmad Juntika Nurihsan,M.Pd.

Dalam acara bedah buku tersebut Prof. Dr. Andi Mappiare, AT., M.Pd.tampil dengan buku Tipe-tipe Riset Kualitatif, dengan pembedah buku Prof. Dr. Syamsu Yusuf, M.Pd serta moderator Dr. Khoirul Bariyyah, M.Pd. Narasumber lain yakni Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., tampil dengan buku Bibliokonseling, dengan pembedah buku Prof. Dr. Achmad Juntika Nurihsan,M.Pd  serta moderator Dr. Diny Hidayaturrahman, M.Pd.

Ditegaskan Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd, Ketua Prodi S2 & S3 Bimbingan dan Konseling, FIP UM, tujuan diselenggarakannya seminar literasi berupa bedah buku yakni mensosialisasikan Buku Tipe-tipe Riset Kualitatif dan Buku Bibliokonseling

Selain itu juga meningkatkan animo akademisi dan praktisi BK terhadap riset kualitatif dan penggunaan bibliokonseling dalam layanan bimbingan dan konseling persekolahan.

“Di samping itu dengan digelarnya seminar literasi ini para mahasiswa, dosen dan guru Bimbingan Konseling atau Konselor dapat mengaplikasikan riset kualitatif dan bibliokonseling dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah masing-masing,” tambah Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd, didampingi Ketua Pelaksana Dr. Fitri Wahyuni, M.Pd. (Zen)

Dr Dyah Palupiningtyas Raih Prestasi Lulus S3 Tercepat

MALANG  ( Merdeka News ) : Prestasi terbaik diukir oleh Dr. Dyah Palupiningtyas, SE, MSi yang selama ini menjadi dosen di  STIEPARI  Semarang Jawa Tengah. Prestasi tersebut yakni Dr Dyah Palupiningtyas sukses lulus Pendidikan Strata 3 (Doktor) Bidang Ilmu Ekonomi dalam 6 semester di Program Pasca Sarjana Universitas Merdeka Malang Jawa Timur.

“Syukur Alhamdulillah saya bisa lulus S 3 dalam 6 semester di Prodi Ilmu Ekonomi Program Pasca Sarjana Universitas Merdeka Malang. Selain karena ketekunan dan kerja keras, semua ini juga karena dukungan dari berbagai pihak sehingga saya semangat menyelesaikan studi dengan cepat,” tutur Dr Dyah Palupiningtyas usai menyelesaikan ujian terbuka atau promosi Doktor, belum lama ini.

Untuk menyelesaikan S 3 tersebut Dr Dyah Palupiningtyas menulis Disertasi dengan judul: PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN PARTISIPATIF DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KINERJA DOSEN MELALUI PENGEMBANGAN KARIR DAN KOMITMEN ORGANISASI PADA DOSEN DI  PERGURUAN TINGGI WILAYAH LLDIKTI 6 JAWA TENGAH. Dengan Promotor  Prof. Dr. Anwar Sanusi., SE., MSi serta Co Promotor Dr. Ir. Harsono., MS.

Selain lulus Program Doktor  dalam waktu 6 semester Dr Dyah Palupiningtyas  juga mengukir prestasi lain. Dosen yang energik ini merupakan dosen yang selesai S3 “tercepat” atau yang pertama  menyelesaikan studi lanjut S3, dari 10 orang dosen yang dibiayai studi lanjut oleh STIEPARI Semarang. Prestasi ini sangat diapresiasi oleh Ketua STIEPARI  Semarang Dr. Samtono, MSi karena mampu  sebagai penyemangat dosen-dosen lain yang juga sedang studi lanjut.

“Program studi lanjut bagi 10 dosen ini merupakan program dari Yayasan Tri Viaca,  pembina STIEPARI Semarang. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM dan kualitas Perguruan Tinggi yang dibina,” tambah Dr Dyah Palupiningtyas.

Ketua Pembina Yayasan Tri Viaca, Pembina STIEPARI  Prof. Dr. Soetomo WE., M.Pd turut mendampingi jalannya sidang terbuka di Program Pasca Sarjana Universitas Merdeka Malang. Ketua Pembina Yayasan bersama perwakilan pengurus Yayasan dan Ketua STIEPARI Semarang.

Penelitian yang dilakukan Dr Dyah Palupiningtyas untuk disertasi,  bertujuan menguji pengaruh pengambilan keputusan partisipatif dan dukungan organisasi terhadap kinerja dosen dengan menggunakan variabel mediasi pengembangan karir dan komitmen organisasi. Pengembangan model teori pertukaran sosial yang dijadikan model dasar penelitian ini mengkaji pola pertukaran yang terjadi pada dosen yaitu ketika dosen mendapat kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan dan diberikan dukungan oleh pihak universitas, maka dosen menunjukkan perilaku kinerja yang baik terhadap universitas.

Namun fenomena yang terjadi adalah banyak dosen yang kinerjanya rendah meskipun telah berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan mendapat dukungan organisasi. Sehingga penelitian ini menambahkan peran variabel pengembangan karir dan komitmen organisasi dalam memediasi pengaruh pengambilan keputusan partisipatif dan dukungan organisasi terhadap kinerja dosen universitas di wilayah LLdikti 6 Jawa Tengah.

Penelitian dilakukan dengan metode survei. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada 153 dosen yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dianalisis menggunakan metode structural equation modelling dengan program AMOS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan partisipatif dan dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan karir dan komitmen organisasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengembangan karir dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen.

“Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan partisipatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen, sedangkan dukungan organisasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen. Selain itu, berdasarkan hasil analisis Sobel Test dapat diketahui bahwa pengembangan karir berperan sebagai mediasi penuh, sedangkan komitmen organisasi berperan sebagai mediasi parsial,” tambah Dr Dyah Palupiningtyas. (Zen)

Tenaga Pendidik Perlu Melek Digital

JAKARTA ( Merdeka News ) : Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional yang akan datang pada tanggal 25 November, KEMKOMINFO menggelar webinar bertajuk ‘Transformasi Digital Sektor Pendidikan’ . Hadir dalam webinar ini pembicara yang kompeten di bidangnya yaitu I Nyoman Adhiarna (Direktur Ekonomi Digital Kominfo RI), Dian Rachmat Yanuar (Sekda Kabupaten Kuningan), Hendi Pratama (Founder EdutransID) dan Indra Charismiadji (Direktur Eksekutif CERDAS).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 1000 guru yang berasal dari disiplin ilmu yang berbeda secara luring di Kabupaten Kuningan dan secara daring di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Ekonomi Digital Kominfo RI, I Nyoman Adhiarna mengatakan visi Indonesia 2045, bahwa salah satu visi untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian adalah Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

“Oleh karena itu, kita perlu memberikan perhatian khusus pada pendidikan dan penguasaan teknologi digital. Pada RPJMN tahun 2020-2024 telah melihat bahwa transformasi digital pada sektor-sektor strategis nasional perlu dilaksanakan dan dipercepat. Pada rencana strategis 2020-2024 Kementerian Kominfo akan mampu memfokuskan pengembangan sektor-sektor ekonomi yang menjadi sektor strategis mendukung pertumbuhan ekonomi dan tetap pada pengembangan kawasan prioritas nasional salah salah satu sektor strategis yang dimaksud adalah sektor pendidikan,” paparnya.

I Nyoman Adhiarna juga menambahkan dalam salah satu riset dari AlphaBeta pada tahun 2020 menunjukan apabila Indonesia melakukan intensifikasi peningkatan keterampilan digital, maka tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital akan memberikan kontribusi sebesar 4.434 triliun terhadap PDB Indonesia di tahun 2030. Tentunya hal dapat menjadi semangat bagi guru untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital yang siap bersaing.

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Ekonomi Digital turut berpartisipasi dengan bergerak sebagai enabler untuk mendukung program-program dari Kemdikbud ristek yang merupakan leading sector dari bidang pendidikan.

Sepanjang Tahun 2022, Kominfo telah menyelenggarakan program adopsi teknologi digital sektor pendidikan di berbagai lokasi di Indonesia meliputi Bali, Kabupaten Bintan, Kota Batam, Kabupaten Sorong, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kuningan, Kota Medan, Kota Padang, dan Kota Tual.

Kominfo juga berkolaborasi dengan Kemdikbudristek untuk mensosialisasikan Platform Merdeka Mengajar, dalam penyelenggaraan kegiatan, Kominfo juga menggandeng Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan seluruh sekolah negeri maupun swasta.

Dalam kesempatan yang sama Sekda Kabupaten Kuningan, Dian Rahmat Yanuar mengatakan dengan adanya program adopsi teknologi digital sektor pendidikan akan menjadikan guru menjadi lebih percaya diri dalam mengajar dan semakin berkembang.

Dampak pandemi selama 2 tahun terakhir, menuntut tenaga pendidik harus bisa beradaptasi dengan teknologi digital, hal ini kemudian yang mengubah kebiasaan anak didik. Hal ini juga merubah pola belajar yang tadinya konvensional.

Dengan adanya berbagai pelatihan kegiatan peningkatan kompetensi untuk mengadaptasi teknolgi yang dilakukan oleh Kemkominfo ini, dapat menjadikan tenaga pendidik yang berkualitas dan tidak ketinggalan teknologi.

“Pandemi ini menjadi sebuah tantangan sekaligus momentum bagi kita untuk menyatakan diri bahwa kedepan apa situasi yang kompleks dan guru dituntut cepat beradaptasi,” ujarnya.

Salah satu pembicara dalam webinar, Indra Charismiadji, Direktur Eksekutif CERDAS, dalam pemaparannya menjabarkan tentang Kurikulum Merdeka, salah satu yang diusung dalam kurikulum merdeka adalah diferensiasi.

“Pembelajaran berdiferensiasi intinya adalah pembelajaran yang fokusnya kepada muridnya, dan setiap murid tidak mungkin sama. Guru perlu mengetahui cara menghadapi siswa yang berbeda-beda tersebut,” jelas Indra.

Kemudian, Hendi Pratama, Founder EdutransID menyampaikan bahwa dalam proses belajar mengajar, guru perlu mencoba memberikan konteks yang relevan. Menurutnya, banyak pendidik yang masih menggunakan pendekatan yang sama saat menulis di media akademik dan di media sosial, padahal seharusnya berbeda.

“Mari menjadi teacher influencer dengan mencoba hal baru sehingga tidak kalah dengan Key Opinion Leader saat ini,” ujarnya.

Dalam webinar yang berlangsung selama delapan jam mengulas tentang berbagai macam problema sistem pembelajaran, mulai dari kurikulum yang diajarkan hingga pembelajaran teknologi yang mengharuskan guru beradaptasi dan memaksimalkan penggunaan teknologi untuk pembelajaran yang menyenangkan. (Tnp)

Prof. Nur Hidayah: Guru BK Perlu Kuasai Kompetensi “Mind Skills”

MALANG ( Merdeka News ) : Para guru Bimbingan Konseling (guru BK) idealnya memiliki kompetensi Mind Skills yang memadai khususnya dalam konseling online. Sebab kompetensi Mind Skills memiliki peran cukup signifikan dalam keberhasilan pelaksanaan konseling online. Namun realitasnya belum banyak guru BK yang memiliki kemampuan yang bagus terkait kompetensi tersebut. Karena itulah Departemen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang memiliki kepedulian tinggi untuk meningkatkan kompetensi Mind Skills dalam konseling online para guru BK MTs.

“Kompetensi Mind Skills yang memadai dalam konseling online memang sebaiknya dikuasai oleh para guru BK. Karena itulah Tim kami lantas memberikan pelatihan Kompetensi Mind Skills dalam konseling online bagi para Guru Bimbingan Konseling Madrasah Tsanawiyah se Malang Raya,” tegas Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd dari Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, kemarin.

Dalam Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua yakni Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd. Dengan anggota Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd dan Dr. Fitri Wahyuni, M.Pd Ketiganya adalah dosen di Departemen Bimbingan dan Konseling, FIP Universitas Negeri Malang.

Menurut Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd kompetensi guru BK atau konselor dalam melaksanakan konseling yakni penguasaan teori pendekatan konseling, mind skills, dan keterampilan dasar komunikasi. Mind skills merupakan keterampilan internal yang memuat perasaan, tindakan, dan pola komunikasi konselor menjadi lebih positif dan terarah. Implikasi mind-skills dalam keterampilan eksternal tampak pada dimensi vokal, verbal, dan bahasa tubuh konselor. Mind skills konselor akan memaksimalkan potensi yang ada dalam fikirannya selama proses konseling.. Konselor yang memaksimalkan potensi fikirannya akan membantu mencapai tujuan konseling.

Persiapan yang dilakukan dalam pelatihan diantaranya menyiapkan media yang digunakan dalam pelatihan meliputi buku panduan & power point, kemudian menyediakan instrumen evaluasi untuk mengukur keberhasilan program pelatihan dengan menyebarkan pre-test dan post-test. Selain itu dirumuskan undangan kemudian disebarkan kepada seluruh peserta bagi anggota MGBK dalam ruang lingkup MTs se-Malang Raya.

Ditegaskan Prof Nur Hidayah, pelatihan kompetensi mind skills dilaksanakan pada hari Jum’at dan sabtu, 21-22 Agustus 2022 pada pukul 08.00-16.00 WIB. Hari pertama pelatihan kegiatan berupa pemahaman materi dan konsep, dan hari kedua implementasi dari pemahaman peserta melalui praktik konseling dengan menginternalisasikan mind skills dalam konseling yang dilakukan.

Pada hari pertama ada tiga materi penting yang disajikan kepada segenap guru BK MTs se-Malang Raya. Materi 1 yakni “Mind Skills dalam Layanan Bimbingan dan Konseling”disampaikan oleh Dr. Fitri Wahyuni, M.Pd, Materi 2 “Mengkonstruk Mind Skills yang adaptif” dibawakan Dr. M. Ramli, M.A serta Materi 3 tentang “Refleksi Diri Konselor dalam Mind Skills” oleh Prof. Dr.Nur Hidayah M.Pd. Usai penyampaian materi selalu disambung dengan diskusi yang menarik antara pemateri dengan para guru BK MTs yang jadi peserta.

Sedangkan pada hari kedua dilakukan praktik konseling untuk pemantapan penguasaan mind skills dalam konseling online. Ada tiga aktifitas dalam praktik konseling yang diikuti segenap guru BK MTs se Malang Raya. Aktifitas pertama yakni praktik konseling dengan peraturan dan persepsi, aktifitas kedua praktik konseling dengan citra visual dan wicara diri, serta aktifitas ketiga yakni praktik konseling dengan penjelasan dan pengharapan. Tiga aktifitas praktik yang banyak menarik minat para guru BK tersebut dipandu langsung oleh Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd.

Kegiatan pelatihan kompetensi mind skills telah terlaksana dengan lancar. Dengan proses pelatihan yang dilaksanakan memberikan pemahaman peserta terkait dengan urgensi mind skills dalam proses konseling. Dalam proses ini guru BK memperhatikan setiap paparan materi yang diberikan. Selain itu peserta antusias dalam berdiskusi dilihat dari respons peserta yang secara interaktif bertanya dan saling mengungkapkan pengalaman dalam forum pelatihan.

Setelah proses memahami urgensi mind skills dan bagaimana mengimplementasikan mind skills dalam proses konseling, selanjutnya guru BK dibagi menjadi beberapa kelompok. Dalam proses ini setiap kelompok diberikan fasilitator yang membantu dalam proses praktik peserta. Setiap peerta diperkenankan untuk mengimplementasikan mind skills dalam proses konseling dengan metode role playing. Artinya setiap peserta berkesempatan menjadi konselor dengan satu konseli yang ditunjuk.

Proses role playing menunjukkan bahwa setiap peserta mampu merefleksi setiap konseling yang dilakukan. Setiap peserta mampu mengkaji masing-masing bentuk mind skills diantaranya peraturan, persepsi, citra visual, pengharapan dan penjelasan. Dengan kemampuan peserta dalam merefleksi setiap mind skills yang muncul dalam proses konseling yang dilakukan menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan mencapai keberhasilan yang baik.

Pasca pelatihan kompetensi mind skills dalam konseling online pada guru BK MTs Se-Malang Raya, diharapkan mampu menghantarkan pada pemahaman dan mampu mengimplementasikan dalam proses konseling. Secara spesifik guru BK MTs se-Malang raya dalam melakukan proses konseling memiliki kompetensi dalam mengelola fikirannya. Dengan desain pelatihan yang telah dilakukan pada guru BK MTs dalam wilayah Malang Raya perlu proses monitoring untuk mengetahui secara spesifik peningkatan kompetensi mereka dalam proses konseling.

Oleh karena itu, tim pengabdian selanjutnya akan melakukan pemantauan dengan terus berkoordinasi dengan ketua MGBK MTs di wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu selama dua bulan kedepan. Setelah pemantauan dilakukan akan dirumuskan melalui artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal terindeks sinta dua (JPTPP) dan prosiding internasional terindeks ICET.

Jurnal dipublikasikan pada bulan oktober sedangkan prosiding internasional menyesuaikan agenda konferensi dilaksanakan. Landasan yang digunakan dalam mengukur keberhasilan desain pelatihan menggunakan instrumen pre-post test yang telah disebarkan dan data observasi yang dilakukan selama proses pelatihan berlangsung. Bebarengan dengan perumusan artikel ilmiah, buku panduan yang telah digagas oleh tim pengabdian akan didaftarkan dalam hak kekayaan intelektual (HKI). Pengurusan HKI dilakukan setelah seluruh proses publikasi dilakukan. (Zen)

Guru BK di Ponorogo Ikuti Pelatihan Pengembangan Program Bimbingan Online

MALANG  ( Merdeka News ) : Para guru Bimbingan dan Konseling (Guru BK) dalam menjalankan tugasnya, selain terampil dalam melakukan bimbingan tatap muka secara langsung, juga diharapkan piawai dalam “bimbingan online”. Namun dalam prakteknya guru BK masih banyak yang kurang terampil saat memberikan bimbingan online bagi para siswa.

“Para guru BK atau konselor memang idealnya terampil saat memberikan bimbingan secara online, di samping kemampuan memberikan bimbingan dengan tatap muka atau bertemu langsung dengan para siswa yang jadi konseli. Namun realitasnya masih banyak guru BK yang kurang terampil ketika memberikan bimbingan online. Karena itulah maka Tim Kami kemudian memberikan pelatihan pengembangan program bimbingan online berbasis intelligence flexibility learning  menggunakan MOODLE, bagi para Guru BK SMA di Kabupaten Ponorogo,” tutur Widya Multisari, M.Pd dari Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang, kemarin.

Dalam Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua Pelaksana yakni Widya Multisari, M.Pd. Dengan anggota Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si,  Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, dan Devy Probowati, M.Pd. Mereka  adalah dosen di Departemen  Bimbingan dan Konseling, FIP Universitas Negeri Malang.

Ditegaskan Widya Multisari, M.Pd, .kegiatan pelatihan  dilaksanakan dalam tiga tahapan yakni tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan dijadwalkan mulai dari persiapan hingga evaluasi berjalan dalam 6 bulan. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari 6 tahapan kegiatan baik daring sinkron, daring asinkron hingga luring (tatap muka).  Capaian pelaksanaan pelatihan dilakukan sudah sampai tahap pelaksanaan.

Tahap perencanaan dimulai dengan melakukan identifikasi kebutuhan, penyusunan panduan, menyusunan materi dan tugas. Tahap perencanaan identifikasi kebutuhan dilaksanakan dengan melakukan forum group discussion antara tim pengabdian kepada masyarakat (Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si, Widya Multisari, M.Pd, Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, dan Devy Probowati, M.Pd) bersama pengurus  MGBK SMK Kabupaten Ponorogo pada tanggal 15 Juli 2022.

Selanjutnya penyusunan panduan pelaksanaan pengabdian dengan isian pendahuluan, struktur kurikulum, penyelengaraan pelatihan dan evaluasi. Selain itu tim pengabdian masyarakat juga menyiapkan materi pelatihan. Hasil dari persiapan panduan, materi dan tugas pelatihan disematkan dalam google classroom

Tahap pelaksanaan diselenggarakan sesuai dengan jadwal yakni tahap I : eksplorasi materi secara mandiri (Asinkron), Tahap II : Diskusi materi pelatihan bersama narasumber (Sinkron), Tahap III: pengerjaan project bersama kelompok (Asinkron), Tahap IV: Review dan pendampingan bersama narasumber (Luring), Tahap V: pengembangan master platform layanan bimbingan online pada MOODLE  (Asinkron), Tahap VI: Review akhir penyusunan master platform dan penutup (Sinkron). Adapun capaian pelaksanaan hingga saat ini mencapai tahap III yakni pengerjaan project bersama kelompok  (Asinkron). Adapun detail jadwal sebagai berikut.

Tahap I eksplorasi materi secara mandiri diselenggarakan secara asinkron  pada tanggal 24-29 Juli 2022. Materi yang disajikan yakni: 1) konsep dasar bimbingan online, 2)  instrumen analisis kebutuhan topik bimbingan online, 3) penyusunan rencana pelaksanaan layanan bimbingan online, 4) pengembangan media perangkat penunjang layanan bimbingan online, dan 5) pengenalan MOODLE (MOOC UM). Materi disajikan dalam bentuk PPT, handout, dan juga video explainer untuk memudahkan peserta mempelajari materi pelatihan. 

Tahap II diskusi materi bersama narasumber diselenggarakan secara daring sinkron yang terdiri dari 3 tahapan kegiatan sesi sinkron. Sesi sinkron pertama dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2022 dengan materi review dan diskusi materi konsep dasar layanan bimbingan online oleh Widya Multisari, M.Pd dan materi instrumen untuk pengembangan layanan bimbingan online oleh Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Pd.

Pada pertemuan sesi sinkron kedua dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2022 melalui zoom meeting. Kegiatan sesi sinkron hari kedua ini dilaksanakan untuk mendiskusikan materi penyusunan rencana pelaksanaan layanan bimbingan online oleh Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd dan materi media penunjang layanan bimbingan online oleh Devy Probowati, M.Pd.

Pada pertemuan sesi sinkron ketiga dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2022 melalui zoom meeting. Kegiatan dilaksanakan untuk membahas materi pengenalan MOODLE yakni MOOC UM sekaligus simulasi oleh Dio Lingga P., M.Pd.

Tahap III yakni penyusunan project layanan bimbingan online bersama kelompok. Peserta pelatihan dibagi menjadi 10 kelompok dengan jumlah anggota 4-5 orang untuk menyelesaikan program layanan bimbingan online. Adapun para peserta diminta untuk menyebarkan instrumen di masing-masing sekolah, menyusun topik layanan bimbingan online yang relevan, menyusun rencana pelaksanaan layanan bimbingan online, dan menyusun media penunjang dalam rencana pelaksanaan layanan bimbingan online. Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 20 Agustus hingga 16 September 2022.

Tahap IV yakni pertemuan sinkron untuk mereview rancangan produk yang dikembangkan pada 19 September 2022. Kegiatan dilaksanakan di aula SMA N 1 Ponorogo dan dihadiri oleh 40 guru BK yang tergabung dalam MGBK SMA Kabupaten Ponorogo dan 4 Narasumber dari Universitas Negeri Malang. Pada sesi pelatihan ini, peserta secara intensif diberikan pendampingan melalui review analisis kebutuhan, penyusunan rencana pelaksanaan layanan, hingga penyusunan media.

“Kami sangat senang dan berharap akan terus berlanjut kerjasama dengan Universitas Negeri Malang khususnya Departemen Bimbingan dan Konseling. Karena melalui kegiatan pelatihan ini kami bisa terus berkembang dalam memberikan layanan pada siswa,” tegas Ismadi, M.Pd. ketua MGBK Ponorogo saat memberikan sambutan.  

Tahap V yakni revisi rancangan produk yang akan dikembangkan bersama kelompok MGBK SMA Kabupaten Ponorogo dilaksanakan hingga 25 Oktober 2022. Pada proses ini guru BK akan menyelesaikan seluruh luaran produk sesuai dengan rancangan yang sudah dibahas untuk memenuhi target sertifikat pelatihan sebesar 84 JP. Semua tugas dari 40 guru BK SMA Kabupaten Ponorogo terkumpul pada tanggal 25 Oktober 2022.  Selanjutnya hasil tersebut disusun di Massive Online Open Courses yang dikelola oleh Universitas Negeri Malang. (MZ)

Sekolah Vokasi Hasilkan Lulusan Bertalenta Digital

JAKARTA ( Merdeka News ) : Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate yang secara daring menyampaikan bahwa selain dari membangun infrastruktur digital, pusat-pusat data, dan telekomunikasi di seluruh Indonesia. Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga secara langsung mengadakan sekolah vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang bertalenta digital.

“Kominfo menyiapkan program-program pelatihan digital pada tiga level, yaitu: Digital Leadership Academy yang merupakan program sekolah vokasi dan pelatihan yang diikuti oleh 200-300 orang per tahun bekerjasama dengan 8 universitas ternama di dunia,” ujarnya.

Digital Talent Scholarship, lanjut Menkominfo, sebagai program beasiswa bagi anak muda yang ingin meningkatkan kemampuan dan bakat digital. “Dan yang terakhir Workshop Literasi Digital yang dapat diikuti secara gratis bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” tuturnya.

Menkominfo juga mengatakan bahwa Survey Indeks Literasi Digital di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperoleh nilai sebesar 3,60 yaitu sedikit di atas rata-rata indeks literasi digital nasional. Walaupun demikian, hal tersebut belum cukup.

Dengan semakin tinggi penetrasi internet di Indonesia, maka risiko yang muncul di ruang digital juga makin tinggi. Menurutnya, berbagai pertimbangan ini menjadi dasar untuk menggaungkan Gerakan Nasional Literasi Digital.

“Saya harap berbagai program kelas ini akan diikuti dengan baik di oleh masyarakat NTT. Mari kita wujudkan masyarakat digital yang berdaya saing, inovatif, dan produktif dalam ruang-ruang digital,” pungkasnya.

Sementara, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi yang juga mendukung program Kemenkominfo serta mengajak para warga dan komunitas khususnya para tamu undangan agar bersama-sama untuk mampu menjadi duta literasi digital dalam rangka mencegah penyalahgunaan teknologi digital.

“45 persen warga Manggarai Barat telah memiliki melek digitalisasi. Harapannya bagaimana kita mampu memanfaatkan hal ini agar dunia digitalisasi dapat memberikan hal positif untuk edukasi maupun usaha di Manggarai Barat,” tegas Endi.

Seperti diketahui, Kemenkominfo bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan Workshop Literasi Digital secara luring di D’aj Hall, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT beberapa waktu lalu, dengan mengangkat topik “Produktif di Media Sosial dengan Aman, Beretika, dan Berbudaya” dan “Pembuatan Konten yang Aman, Beretika, Berbudaya pada Media Sosial”.

Workshop ini sebagai bentuk peran aktif Kemenkominfo dalam menghentikan penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta internet.

Pada Workshop Literasi Digital, Siprianus Bhuka selaku pegiat literasi dan wisata di Labuan Bajo memberikan materi pertama mengenai dua dari empat pilar literasi digital yaitu digital ethics dan digital safety. Siprianus menyoroti bahwa etika adalah hal yang paling penting dalam bermedia sosial.

“Media sosial memberikan penggunanya ruang bebas dalam berekspresi sehingga setiap pengguna harus memiliki batas etika dalam bermedia sosial,” kata Siprianus.

Tidak sampai disitu, Siprianus juga menyampaikan pentingnya digital safety dalam transaksi digital dengan menyoroti alat pembayaran uang secara digital seperti Go Pay, Dana, OVO, dan semua platform yang memungkinkan pengguna dapat bertransaksi secara online. Resiko dalam transaksi online adalah seringkali pengguna tidak ketat dalam menjaga data pribadi seperti pin atau kata sandi. ( Kr )

BK FIP UM Gelar Workshop Peningkatan Profesional Konselor Peneliti

MALANG ( Merdeka News ) : Departemen Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang (UM), sejak lama peduli terhadap kemampuan profesional para konselor, khususnya konselor peneliti. Karena itu sejumlah dosen dari kampus tersebut, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar Workshop Peningkatan Kemampuan Profesional Konselor Peneliti.

“Workshop yang digelar mengambil tema Peningkatan Kemampuan Profesional Konselor Peneliti dengan Strategi Project Based Learning. Pesertanya para Konselor atau Guru Bimbingan Konseling dari berbagai daerah di Kabupaten Malang Jawa Timur,” tegas Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd, Dosen Departemen Bimbingan dan Konseling UM, dalam keterangannya kemarin.

Tim Pengabdian Masyarakat Departemen BK FIP, Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua Pelaksana yakni Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd. Dengan anggota Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd Serta Dra. Elia Flurentin, M.Pd.

Ditegaskan Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd. kegiatan Workshop Peningkatan Kemampuan Profesional Konselor Peneliti dilaksanakan sebagai salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian Kepada Masyarakat. Workshop belangsung sukses, melibatkan 30 orang Konselor SMP di Kabupaten Malang sebagai peserta.

Kegiatan workshop penyajian materi pertama oleh Dr. Muslihati S.Ag., M.Pd mengenai ragam karya ilmiah Guru untuk PPG dan kenaikan pangkat. Pada materi pertama ini, para guru BK diberikan penjelasan rasional pentingnya guru BK untuk memiliki kemampuan menulis karya ilmiah untuk dipublikasikan dalam beragam bentuk publikasi.

Publikasi ilmiah sekarang ini menjadi salah satu syarat dalam PPG dan menjadi syarat kenaikan pangkat guru dalam setiap jenjangnya. Selain itu pada sesi ini juga dikenalkan ragam bentuk publikasi ilmiah yang bisa dimanfaatkan oleh guru serta contoh publikasi ilmiah dalam bentuk artikel populer berupa essai dan opini yang dipublikasikan di media massa.

Penyajian materi selanjutnya oleh Dr. Arbin Janu Setiyowati, M.Pd mengenai penulisan artikel ilmiah. Artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk publikasi ilmiah yang disarankan untuk ditulis oleh guru BK. Artikel ilmiah merupakan tulisan ilmiah hasil penelitian atau kajian konseptual yang ditulis secara terstruktur dan sistematis yang dipublikasikan di jurnal.

Pada kesempatan ini guru BK diajak untuk mengenali struktur penulisan dan bagian-bagian dari artikel. Selain itu para guru BK juga diajak mengunjungi laman jurnal untuk melihat secara langsung contoh artikel yang sudah diterbitkan oleh jurnal dan untuk melihat format template penulisan artikel.

Penyajian materi ketiga disampaikan oleh Dra. Elia Flurentin, M.Pd mengenai etika publikasi. Etika publikasi menjadi bahasan yang menarik dalam workshop mengingat materi ini menjadi bagian penting untuk membantu penulis khususnya guru BK untuk benar-benar memahami kaidah & etika penulisan karya ilmiah sehingga dapat terhindar dari plagiasi dan pengakuan atas karya orang lain.

Selain penyajian materi dari tim Pengabdian Masyarakat, kegiatan abdimas ini melibatkan alumni departemen BK yang sudah menjadi konselor di salah satu SMP kota Malang. Alumni departemen BK yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah Ibu Sedyawati, S.Pd. Narasumber merupakan salah satu konselor SMP di kota Malang yang dikenal berprestasi dan memiliki rekam jejak publikasi dalam berbagai bentuk karya ilmiah antara lain menulis opini di media massa, buku, dan artikel yang dipublikasikan di berbagai prosiding dan jurnal nasional. Dalam sesi ini, narasumber menceritakan tantangan dan kisah sukses dalam menulis karya ilmiah sehingga berhasil mempublikasikan berbagai karya ilmiah di berbagai media massa dan jurnal.

Workshop ditutup dengan pelatihan singkat bagi guru BK dalam menggunakan aplikasi referensi manager untuk memastikan segala kutipan yang ditulis dalam tubuh artikel tertulis di daftar rujukan sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan mencegah adanya plagiasi.

“Aplikasi referensi manager yang dilatihkan adalah mendley. Peserta diajak untuk mempraktikan secara langsung pemanfaatan aplikasi mendley untuk menulis referensi dalam karya ilmiah. Kegiatan pelatihan ini dipandu oleh salah satu mahasiswa departemen BK yang dilibatkan sebagai tim pengabdian masyarakat,” tambah Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd. yang juga Ketua Departemen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.

Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, peserta diajak berlatih menulis dan menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk essai. Topik yang diangkat sebagai essai adalah best practice pemberian layanan BK kepada siswa. Semua peserta dipandu bagaimana bisa menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan memenuhi kaidah penulisan essai. Kumpulan karya essai yang dihasilkan oleh peserta akan dipublikasikan dalam bentuk bunga rampai best practice layanan BK di sekolah. Diharapkan karya tersebut dapat dibaca secara luas oleh semua praktisi BK dan menjadi inspirasi bagi guru BK lainnya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan BK di sekolah. (Zen)

Ketua LP3 UM: Agar Sukses Menulis Skripsi Mahasiswa Perlu Sabar dan Tangguh

MALANG ( Merdeka News ) : Menulis skripsi atau tugas akhir, tidak sekedar menulis karya ilmiah. Dalam menulis skripsi mahasiswa dihadapkan pada realitas seperti interaksi dengan dosen pembimbing, subyek penelitian, sumber data dan lain-lain, yang dalam pengelolaannya membutuhkan seni tersendiri. Tidak ada rumus khusus dalam proses menulis skripsi, namun dinamikanya sangat tinggi dan yang jelas perlu ada kiat yang kuat, tekun dan teliti.

Demikian ditegaskan oleh Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D, Ketua LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Talakshow tentang “Kajian Problematika Mahasiswa Menyusun Skripsi dan Kiat Sukses Menyusun Skripsi”, Kamis 6 Oktober 2022.

Menurut Ketua LP3 UM I Wayan Dasna, Ph.D, saat ini masih terdapat ribuan mahasiswa berada pada semester ke 11, ke 13 yang belum lulus karena belum berhasil menyelesaikan skripsi. Kendala yang mereka hadapi bisa jadi pada kawasan akademik maupun non akademik. Kendala akademik terkait dengan substansi penelitian, mestinya bisa diselesaikan dengan dosen pembimbing. Namun ironinya, permasalahan non akademik yang dihadapi sebagian mereka terkait dengan interaksi atau komunikasinya dengan dosen pembimbing.


“Sering terjadi mis-komunikasi antara mahasiswa dengan dosen pembimbing yang selanjutnya menjadi kendala dalam penyelesaian skripsi. Sebagai contoh mahasiswa menyampaikan pesan melalui WA dengan cara yang kurang etis, sehingga tidak mendapatkan respon balik dari dosen pembimbing. Dalam kondisi yang demikian, selanjutnya memunculkan pikiran-pikiran negatif pada diri mahasiswa yang berakibat pada perasaan takut menemui dosen pembimbing,” tutur I Wayan Dasna, Ph.D.

Dijelaskannya, kondisi lain yang juga menjadi penghambat proses pembimbingan, mahasiswa seringkali menyerahkan draf skripsi kepada dosen pembimbing, tanpa direview terlebih dahulu. Tampilan layout masih belum rapi, terdapat banyak kesalahan pengetikan, teknis penulisan rujukan masih salah. Jika dosen diminta membaca naskah yang masih acak-acakan tentu menimbulkan suasana psikologis yang tidak menyenangkan, sehingga bisa jadi respon terhadap mahasiswa juga kurang menyenangkan. Berbeda dengan naskah yang sudah rapi penampilannya, akan menimbulkan suasana yang menyenangkan sehingga respon yang diberikan juga positif.

“Agar sukses dan lancar dalam menulis skripsi, maka mahasiswa perlu belajar berkomunikasi dengan dosen pembimbing secara efektif dan meperhatikan etika. Mahasiswa juga perlu memahami karakteristik dosen pembimbing, dengan demikian bisa mengadakan penyesuaian diri dalam berinteraksi secara harmonis. Sikap sabar, tekun dan tangguh dalam menghadapi hambatan, juga perlu dimiliki sehingga bisa sukses dalam menulis skripsi. Di samping itu juga harus memiliki kemampuan dalam manajemen diri,” tambah Drs. I Wayan Dasna, M.Si.,M.Ed.,Ph.D,

Memang banyak sekali problematika yang dihadapi mahasiswa saat menulis skripsi. Dalam kaitan ini Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A), LP3, UM, siap mendampingi serta membantu mahasiswa dalam mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Kegiatan talkshow tentang “Kajian Problematika Mahasiswa Menyusun Skripsi dan Kiat Sukses Menyusun Skripsi” ini merupakan salah satu program Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A), LP3, UM. Diikuti oleh sekitar 110 orang mahasiswa dari 8 fakultas di Universitas Negeri Malang, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Pendidikan Psikologi.

Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM, kegiatan talkshow sukses menulis skripsi diselenggarakan dalam rangka membangkitkan semangat mahasiswa dalam menulis skripsi. Mahasiswa juga diajak mengenali berbagai problematika yang pada umumnya dihadapi dalam proses menulis skripsi sekaligus mencari solusinya.

Dalam kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber Dr. Arbin Janu Setyowati,MPd dosen dan Sekretaris Departemen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, serta Achmad Miftachul Ilmi S.Pd, yang pada saat wisuda di UM terpilih sebagai lulusan berpresrestasi non akademik.

Menurut Dr. Arbin Janu Setyowati,MPd, menulis skripsi itu merupakan tantangan seperti halnya dalam permaianan game online. Seseorang saat bermaian game, akan selalu terdorong untuk menyelesaikan permainan, sehingga terus berpikir mencari strategi untuk menemukan solusi sehingga bisa menyelesaikan permainan. Jika mahasiswa berpikir bahwa skripsi itu tantangan, bukan problematika maka akan menghasilkan energi dan semangat untuk menyelesaikan sebagaimana kiat dalam menyelesaikan permainan.

Sementara menurut Achmad Miftachul Ilmi S.Pd, sejumlah kiat yang mendukung keberhasilan dalam menyelesaikan skripsi, di antaranya yaitu kemampuan dalam memanajemen waktu, berani menghadapi dosen pembimbing, menyiapkan naskah skripsi dengan rapi dan senantiasa siap mental untuk merevisi. Ia juga amenambahkan skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. (MZ)

UM Gelar Seminar Penguatan Literasi Terhadap Nasionalisme

MALANG ( Merdeka News ) : Literasi menjadi istilah yang beda di beberapa tahun terakhir. Kata literasi bukan sekedar bisa membaca dan menulis tetapi mengandung makna yang lebih luas. Literasi memiliki makna pemahaman yang dalam terhadap suatu konteks dan teks di mana posisinya subyek yang menjadi kajian itu tidak sekedar pada aspek kebahasaan.

Demikian ditegaskan oleh Prof .Dr. H. Hardika, Sekretaris LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka Seminar Nasional dan Stadium General “Penguatan Literasi Terhadap Nilai – nilai Nasionalisme dan Perilaku Berbahasa Indonesia yang Santun”, Selasa 4 Oktober 2022.

“Orang yang mengerti literasi yang baik sering dikatakan melek, melek teknologi, melek bahasa dan yang lain-lain. Sehingga jika kita memiliki kemampuan literasi yang baik, hampir tidak ada problem terkait dengan penyikapan subjek dan objek di sekitar kita. Termasuk literasi cara kita berkomunikasi dan berinteraksi yang baik,” tambah Prof .Dr. H. Hardika.

Menurut Prof Hardika, Bahasa Indonesia memiliki tugas yang luar biasa terhadap peningkatan pemahaman tentang suatu subjek dan objek untuk kita semua, semoga diskusi ini menghasilkan pencerahan bagaimana berbahasa indonesia yang santun.

“Menurut saya berbahasa tidak ada yang salah, yang salah adalah penggunaannya. Maka gunakan bahasa sesuaikan dengan situasi dan kondisi,” tegas Prof Hardika yang juga Guru Besar Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), UM.

Kegiatan Seminar Nasional dan Stadium General ini merupakan salah satu program Pusat Pengembangan Kehidupan Beragama dan Kuliah Universiter (P2KBKU), LP3, UM. Kegiatan ini menghadirkan narasumber M. Aan Mansyur (Penulis). Kegiatan diikuti oleh sekitar 250 orang yang hadir langsung serta sekitar 300 orang yang mengikuti via online.

Menurut Dr. H. Moh.Khasairi, M.Pd Kepala P2KBKU, LP3, UM. didampingi Tim Pengembang Drs. Pidekso Adi, M.Pd, kegiatan seminar nasional ini bertujuan menguatkan literasi dalam berbahasa Indonesia. Selain itu juga meningkatkan wawasan dan persepsi tentang nilai-nilai nasionalisme serta membangun idealisme untuk menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. (Zen)