Category Archive : Pendidikan

Saktinya Pancasila Terletak Pada Komitmen Bersama

JAKARTA ( Merdeka News ) : Memperingati Hari Kesaktian Pancasila (Hapsak) tahun 2022 merupakan sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bagi bangsa Indonesia, karena Indonesia mampu pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat dari krisis global pandemi Covid-19. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam pidatonya mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai petunjuk dan tujuan hidup sehari-hari rakyat Indonesia.

“Saktinya Pancasila terletak pada bagaimana kita menjadikan nilai-nilai di dalamnya sebagai petunjuk dan tujuan hidup kita sehari-hari sebagai bangsa Indonesia. Kita perlu bergotong royong untuk mewujudkan satuan pendidikan dan ruang-ruang kebudayaan yang aman dan nyaman, yang mengedepankan nilai-nilai inklusivitas, toleransi, serta bebas dari kekerasan,” disampaikan Mendikbudristek dalam pidato Hapsak Tahun 2022 yang ditayangkan di kanal Youtube KEMENDIKBUD RI.

Mendikbudristek juga mengatakan, saktinya Pancasila terletak pada komitmen bersama bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan yang sebenar-benarnya. “Merdeka bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk belajar dan untuk berkarya,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Mendikbudristek, Kemendikbudristek telah berkomitmen untuk terus menghadirkan transformasi yang selalu sejalan dengan pesan Bung Karno dalam pidato Lahirnya Pancasila. “Di atas kelima dasar Pancasila kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi,” ujarnya.

Di dalam forum-forum Internasional seperti G20 dan Transforming Education Summit dan MONDIACULT yang diselenggarakan PBB, kata Mendikbudristek, Indonesia telah memperkenalkan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas bangsa Indonesia, seperti gotong royong, Bhinneka Tunggal Ika, serta Pancasila.

“Nilai-nilai luhur yang menjadi keunggulan kita di panggung global ini terus kita gerakan melalui gerakan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya, yang terus kita dorong dan kuatkan bersama,” ungkapnya.

Melalui terobosan Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pembelajaran berbasis projek termasuk projek penguatan profil Pelajar Pancasila, lanjut Mendikbudristek, anak-anak Indonesia didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Di samping itu, para seniman dan budayawan bangsa Indonesia saat ini semakin tergerak untuk berkarya dalam semangat gotong royong dengan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Ruang ekspresi dan apresiasi semakin terbuka lebar dengan menguatnya komunitas, serta lembaga dan organisasi seni dan budaya.

“Untuk itu, di atas kelima dasar Pancasila, mari kita terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya, membawa Indonesia melompat ke masa depan,” ajaknya.

Masih di tengah pandemi Covid-19, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila (Hapsak) Tahun 2022 digelar secara hybrid dan khidmat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Sabtu pagi (1/10).

Tahun ini, sebanyak 137 peserta didik berasal dari empat sekolah di Jakarta yaitu 34 siswa dari SDN Lubang Buaya 13, 34 siswa dari SMPN 49 Jakarta, 34 siswa dari SMAN 48 Jakarta, dan 35 siswa SMAN 113 Jakarta turut menjadi peserta upacara Hapsak 2022. Tema peringatan Hapsak tahun ini adalah Bangkit Bergerak Bersama Pancasila. (Krj)

Peran Mahasiswa Nahdliyin Menangkal Radikalisme dan Intoleran

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Korwil BEM PTNU DIY menjadi tuan rumah MUKERNAS VII yang dilaksanakan pada tanggal 17-19 September 2022 di Universitas Alma Ata Yogyakarta dengan tema “Menyatukan Rasa Untuk Satu Asa Menyongsong Abad Kebangkitan Baru NU”. BEM PTNU Se-Nusantara merupakan aliansi BEM/ DEMA Perguruan Tinggi berafiliasi NU yang ada di Indonesia.

Kegiatan yang diikuti oleh 200an peserta yang merupakan Presiden Mahasiswa dan anggota perwakilan kampus PTNU se Nusantara dibuka oleh Prof. Dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK.

“Rencana awal MUKERNAS akan dibuka oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin, namun beliau ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan,” jelas Achmad Baha’ur Rifqi selaku Sekretaris Nasional (SEKNAS) BEM PTNU Se-Nusantara saat ditemuai awak media.

Achmad Baha’ur Rifqi atau yang lebih akrab disapa Baha’ menyampaikan bahwa Seminar Nasional dalam rangkaian Mukernas salah satunya mengangkat tema “Peran Mahasiswa Nahdiyin Dalam Menangkal Radikalisme Dan Intoleran Demi Mewujudkan Keseimbangan Demokrasi” dengan narasumber dari aktivis NU Gus Ahmad Syauqi (Putra Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin), Kombes Pol. Syahbuddin, S.I.K. (Dirintelkam Polda DIY) dan Kombes Pol Sunadi, S.I.K, M.H. (Kasat gaswil Densus 88 DIY).

Dalam kesempatan tersebut Gus Ahmad Sauqi menyampaikan bahwa mahasiswa yang berbasis NU jangan sampai terkontaminasi dengan ajaran paham radikal karena mahasiswa itu sudah dianggap sebagai orang yang berilmu. “Pancasila merupakan ideologi kehidupan bangsa kita, jangan terkontaminasi dengan ideologi lain,” tegas Gus Sauqi.

Kombes Pol. Syahbuddin, S.I.K. (Dirintelkam Polda DIY) berpesan agar keilmuan para mahasiswa harus bisa digunakan oleh masyarakat. Sehingga kehadiran para mahasiswa bisa memberi arti bagi orang0orang sekitar.

“Untuk mahasiswa belajarlah agar bermanfaat bagi orang sekitar, menghargai setiap suku agama dan ras, hati-hati dalam bermedia sosial, jangan asal mau menerima pemikiran ajaran dan jangan terprovokasi yang mana dapat memecahkan kesatuan negara,” penyampaian Kombes Pol Syahbuddin, S.I.K dalam seminar.

Dalam seminar Kasatgaswil Densus 88 DIY menyampaikan bahwa terorisme tidak identik dengan satu agama tapi karena perbuatannya terorisme bisa dilakukan oleh siapa saja yang terpengaruh terhadap ajaran radikal. “Modus penyebaran radikalisme di kampus antara lain dibawa oleh kelompok keagamaan ekslusif dan puritan” jelasnya.

“Rangkaian acara MUKERNAS kali ini merupakan momentum untuk kembali bangkit dari kevakuman BEM PTNU Se-Nusantara dalam beberapa tahun terakhir dan di Yogyakarta ini menjadi tombak awal kebangkitan dan kontribusi nyata BEM PTNU Se-Nusantara bagi Nahdlatul Ulama dan Indonesia sesuai dengan tema seminar,” pungkas Baha’.(Krj)

Prof Hardika: Mahasiswa Baru Perlu Cakap Beradaptasi

MALANG ( Merdeka News ) : Suasana kampus mempunyai karakteristik yang berbeda jika dibandingkan pada masa sekolah. Kondisi ini mesti disadari para mahasiswa baru, karena itu mahasiswa baru perlu cakap dalam beradaptasi dengan kondisi kampus.

“Kampus punya karakteristik yang berbeda jika dibanding masa sekolah sebelumnya. Berbedaan ini bisa dilihat dari segi pengelolaan, sistem akademik, tuntutan kelulusan, materinya dan sebagainya. Dalam menghadapi situasi seperti ini, para mahasiswa baru perlu adanya proses adaptabilitas atau penyesuaian diri,” tegas Prof .Dr. H. Hardika, Sekretaris LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran) Universitas Negeri Malang (UM), saat membuka seminar dalam jaringan tentang Sukses Belajar di Perguruan Tinggi, dengan tema :Cakap dan Cakep Menjadi Mahasiswa Newbie”, baru-baru ini.

Menurut Prof Hardika, setiap masuk dalam dunia atau sistem baru tentu seseorang berharap selalu sukses. Orang yang sukses, mereka bisa melibatkan diri dalam sistem yang diikuti. Kesuksesan seseorang tidak selalu hanya didukung oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga membutuhkan kecerdasan-kecerdasan yang lain, seperti kecerdasan emosional, kecerdasan sosial atau kecerdasan majemuk.

Dalam mengadakan penyesuaian diri, seseorang bisa menggunakan strategi mengubah diri sendiri atau strategi mengubah lingkungan. Strategi mengubah diri sendiri dapat dimaknai seseorang masuk dalam situasi lingkungan secara total. Dirinyalah yang berusahan untuk berubah sehingga tercapai kesuksesan yang diharapkan.

Sedang strategi mengubah lingkungan, maka seseorang berusaha mengubah lingkungan untuk memenuhi situasai yang diharapkan. Ini tentunya membutuhkan kemampuan yang lebih. Strategi mana yang akan digunakan, tergantung pada situasi dan kondisi. Namun yang paling memungkinkan untuk dikelola adalah dengan mengubah diri sendiri.

Ditegaskan Prof Hardika, kita perlu mengenali karakteristik lingkungan. Misalnya dalam beradaptasi dengan dosen, maka kita perlu memahami karakteristiknya. Dosen mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan khas, antara satu dengan lainnya.

“Namun perlu dipahami bahwa semua dosen, pasti mempunyai niatan agar mahasiswanya berkembang menjadi individu yang baik. Dalam beradaptasi dengan dosen, maka tidak mungkin mahasiswa menggunakan strategi mengubah lingkungan, mahasiswa yang harusnya mengadakan perubahan dalam beradaptasi dengan dosen,” tambah Prof Hardika yang juga Guru Besar Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), UM.

Seminar tersebut menampilkan dua narasumber yakni Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi dan Riskiyana Prihatiningsih, S.Pd., M.Pd. Pemateri Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi dari Fakultas Pendidikan Psikologi UM membawakan materi Cakap belajar di perguruan tinggi dengan mengulas tentang mencari dan mengelola sumber informasi secara efektif dan efisien. mengelola dan menerapkan konsentrasi yang baik/cara berpikir untuk memahami materi perkuliahan. Serta melaksanakan self-regulated learning.

Sedangkan pemateri Riskiyana Prihatiningsih, S.Pd., M.Pd dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang, membawakan materi Cakep membangun relasi di lingkungan kampus. Riskiyana mengulas bagaimana memahami peran dan tugas menjadi mahasiswa, mengelola pola komunikasi yang baik antar teman, dosen, dan civitas akademik lainnya, serta melaksanakan keterampilan komunikasi yang efektif untuk membangun relasi.

Kegiatan seminar dalam jaringan tentang Sukses Belajar di Perguruan Tinggi ini merupakan salah satu program Pusat Pengembangan Bimbingan Konseling Karier dan Kompetensi Akademik (P2BK3A), LP3, UM. Kegiatan diikuti oleh sekitar 240 orang mahasiswa dari 8 fakultas di Universitas Negeri Malang, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Pendidikan Psikologi.

Menurut Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, LP3 UM,
tujuan kegiatan seminar dalam jaringan ini yaitu agar mahasiswa mampu menguasai materi kuliah yang disampaikan oleh dosen secara tangkas, efektif, dan efisien. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat bersosialisasi menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di kampus agar mampu membangun relasi antar teman sebaya, dan civitas akademik lainnya.

“Secara lebih rinci, tujuan seminar dalam jaringan ini yaitu agar mahasiswa mampu mencari dan mengelola sumber belajar secara baik dan benar. Selain itu mahasiswa mampu membangun relasi akademik di lingkungan kampus,” tambah Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd .(MZ)

Mahasiswa UGM Ciptakan Tongkat Pintar Multifungsi

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi sebuah tongkat pintar multifungsi untuk deteksi kesehatan dan proteksi bagi lansia dan penyandang tunanetra.

Tongkat yang dinamai In- SWALST (IoT Based Smart Walking Stick for Real Time Health Monitoring) ini dikembangkan oleh Kristian Bima Aryayudha, Kenniskiu Fortino Kurniawan, Abdul Adzim Iftikar Mardiansjah, Johana Gracia, Yovanti Trifa Mivea, Elmara Nugra Ristia dan Fatma Tiara Mahfudiani.

Arya menyampaikan pengembangan tongkat pintar ini bermula dari keinginan tim untuk menciptakan suatu alat sederhana dengan banyak fungsi yang mempermudah lansia dan tuna netra. In-SWALST dikembangkan dengan sejumlah fitur penting.

Beberapa di antaranya adalah sensor pendeteksi kesehatan berupa saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh yang terhubung langsung ke website In-SWALST secara real-time.

“Melalui tongkat ini, monitoring kesehatan dapat dilakukan dengan sangat mudah dan praktis,” paparnya kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Tongkat jalan ini juga memiliki banyak fungsi proteksi untuk memberikan keamanan lebih bagi para lansia dan tuna netra. Tongkat In-SWALST akan bergetar saat terdapat obyek di depan pengguna yang berjarak sekitar 75 cm. Dengan fitur tersebut dapat menurunkan risiko jatuh karena menabrak obyek bagi para lansia dan tuna netra.

“Untuk menekan risiko jatuh pada lansia dan tuna netra kami mengintegrasikan sensor posisi sehingga saat tongkat maupun pengguna terjatuh maka alarm pada tongkat akan berbunyi sehingga orang sekitar bisa datang memberikan bantuan,” urainya.

Abdul Adzim menambahkan untuk mengurangi risiko terpeleset penggunanya, mereka melengkapi tongkat pintar dengan sensor yang bisa mendeteksi genangan air. Sensor ini bekerja dengan menghasilkan getaran yang bisa langsung dirasakan oleh para lansia dan tuna netra saat berada di genangan air.

In-SWALST juga dilengkapi dengan fitur GPS. Fitur tersebut berguna untuk mencari lokasi terakhir dari tongkat yang bisa diakses melalui website milik In- SWALST. Selain itu, saat pengguna berada pada kondisi kurang cahaya atau gelap, lampu LED yang tersedia pada tongkat akan otomatis menyala.

In-SWALST merupakan sebuah terobosan baru yang dikembangkan sebagai bentuk kepedulian bagi lansia dan tuna netra. Diharapkan In-SWALST dapat menjadi salah satu alat kesehatan yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan para lansia dan tuna netra.

“Pihak kami juga berharap tongkat In-SWALST bisa terintegrasi dengan pihak rumah sakit dalam hal monitoring kesehatan pasien lansia dan tuna netra. Kami juga berharap dengan terealisasikannya PKM-KC ini, In-SWALST dapat berguna dan memudahkan para lansia dan tuna netra dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” tambahnya. (Kbn)

Muhammadiyah Desak Revisi RUU Sisdiknas

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima silaturahmi DPP Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI), di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).

Ketua DPP PGMI bersama rombongan disambut langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, perwakilan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Sungkowo, serta perwakilan LP2M PP Muhammadiyah, Maskuri, dan pengurus lainnya.

“Maksud utama kami melakukan silaturahim, bagaimana supaya PP Muhammadiyah dengan PGMI bisa melakukan upaya-upaya untuk membicarakan masalah-masalah yang sekarang ini berkembang di tengah-tengah masyarakat, khususnya rencana (RUU) Sisdiknas yang banyak diramaikan dan tidak sesuai dengan aspirasi umat dan banyak merugikan,” jelas Ketua Umum DPP PGMI Syamsuddin, dikutip dari laman Muhammadiyah, Jumat (16/9/2022).

Menurut dia, jika tak lebih baik dari UU Sisdiknas sebelumnya, maka lebih baik lebih baik tak ada perubahan UU Sisdiknas. Karena itu, dia berharap agar ada revisi RUU Sisdiknas.

“Ini kita upayakan bagaimana supaya diperbaiki. Kalau tidak lebih baik daripada Undang-Undang yang lama, maka lebih baik kembali pada Undang-Undang Sisdiknas Tahun 2003. Oleh karena itu kami berterima kasih pada Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang hari ini menerima kami dengan sangat baik,” kesannya.

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad mengaku sepakat dengan keresahan DPP PGMI terkait RUU Sisdiknas yang mendiskriminasi dan mengancam sekolah berbasis agama.

“Itu kita sepakat. Karena Muhammadiyah pun sudah melakukan beberapa langkah untuk mencegah jangan sampai UU Sisdiknas itu disahkan oleh DPR sebelum direvisi. Maka kami menyatakan juga apa yang diprihatinkan oleh PGMI sama dengan apa yang kita sedang hadapi dan perjuangkan,” ungkapnya.

“Saya kira Muhammadiyah akan terus berjuang sampai kapanpun juga sampai RUU itu direvisi seperti yang disarankan oleh masyarakat luas, dengan tidak menghilangkan sekolah-sekolah keagamaan atau madrasah dan juga ada semacam pemerataan dan perlakuan sama antara madrasah dengan sekolah-sekolah lain,” tegas Dadang. (Nng)

BTN Siap Bangun Rumah Bagi Dosen Milenial UGM

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Sebagai wujud komitmen dukungan terhadap kesejahteraan para insan di dunia pendidikan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan siap menyediakan rumah bagi para dosen milenial di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Adapun Skema kreditnya pun diklaim akan mudah dan terjangkau. Direktur Distribution and Funding Bank BTN Jasmin mengatakan sebagai perusahaan yang handal dalam pembiayaan perumahan, Bank BTN siap menyediakan hunian bagi para dosen muda UGM.

“Kami siap bekerja sama, misalnya UGM punya lahan dan kami bangunkan rumah tapak yang dikhususkan bagi para dosen milenial. Mau design seperti apa, pengembangnya mana, kami bisa sediakan termasuk fasilitas kredit yang mudah dan murah,” ujar Jasmin di sela acara Fun Bike BTN dan UGM di Yogyakarta.

Jasmin menjelaskan Bank BTN memiliki beragam skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang bisa dimanfaatkan para dosen milenial UGM. Di antaranya fasilitas KPR untuk milenial dengan jangka waktu kredit hinggal 30 tahun dan uang muka 1%.

Bank BTN, lanjutnya, juga memiliki program KPR Subsidi dengan bunga hanya 5% untuk para dosen dengan gaji di bawah Rp8 juta.

Rektor UGM Ova Emilia (dua dari kanan) memberi cinderamata kepada Direktur Distribution and Funding Bank BTN Jasmin usai sepeda santai di Lembah UGM

“Program KPR Subsidi dari pemerintah ini memungkinkan para dosen bisa memiliki rumah dengan mengangsur hanya sekitar satu juta rupiah setiap bulan,” kata Jasmin.

Tidak hanya penyediaan hunian, Jasmin menuturkan Bank BTN juga akan membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen UGM untuk magang di perseroan.

Perseroan juga menawarkan peluang bagi alumni UGM yang berprestasi untuk direkrut Bank BTN. Selain itu, Bank BTN juga dapat menerjunkan langsung para pakarnya di bidang properti untuk menjadi dosen tamu di UGM.

Dalam kesempatan yang sama, Bank BTN juga menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) untuk UGM berupa renovasi sarana prasana di kampus tersebut.

“Kami selalu berupaya memberikan layanan terbaik bagi nasabah kami baik di sisi bisnis maupun sosial,” ujar Jasmin.

Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia mengatakan dirinya mengapresiasi dukungan Bank BTN untuk UGM. “Kami terbuka untuk kerja sama dengan Bank BTN,” ujar Ova.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan UGM berharap Bank BTN ikut memberikan kredit murah untuk kesejahteraan karyawan UGM.

“Dengan fasilitas kredit dari BTN tentunya akan mendukung kesejahteraan karyawan UGM, terutama para dosen. Tentunya kami berharap uang muka yang murah dan skema yang terjangkau,” tutur Ignatius.

Dia menjelaskan masih banyak dosen muda atau dosen milenial di UGM belum memiliki tempat tinggal. Misalnya saja ada 500 orang dosen melenial yang baru menyelesaikan pndidikan S-2 dan S-3 dari luar negeri yang masih tinggal sementara di apartemen. Namun, untuk jangka panjangnya membutuhkan tempat tinggal tetap bagi keluarganya.

Di samping menyalurkan program TJSL untuk UGM, Bank BTN juga memberikan bantuan bagi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Bantuan yang diberikan berupa program beasiswa bagi mahasiswa perguruan tinggi tersebut.

Hingga kini, Bank BTN telah memberikan beragam layanan perbankan bagi universitas-universitas di Yogyakarta. Layanan tersebut mulai dari cash management, payroll, hingga penyaluran kredit melalui program BTN Solusi.

Per Juni 2022, Bank BTN Kantor Cabang Yogyakarta tercatat telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) total senilai 1,41 triliun atau naik 4,03% dari Rp1,36 triliun pada Desember 2021.

Dari total tersebut, DPK lembaga yang dihimpun senilai Rp344 miliar pada Juni 2022 atau naik 4,24% dari Rp330 miliar di Desember 2021. (Nnm)

UTDI dan SMAN 8 Yogya Kerjasama Literasi Digital

YOGYAKARTA ( Merdeka News ) : Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI), perguruan tinggi berbasis teknologi digital sebagai pengembangan bentuk dari STMIK Akakom melakukan kerja sama dengan SMA Negeri 8 Yogyakarta.

SMAN tersebut merupakan salah satu sekolah favorit di Yogyakarta yang menjadi barometer kualitas pendidikan di Indonesia. Peresmian kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kampus UTDI Jalan Raya Janti No 143 Yogyakarta, Kamis (18/8/2022).

Prosesi tanda tangan dilakukan oleh Kepala SMA N 8 Yogyakarta. Sri Suyatmi SPd dengan Rektor UTDI Totok Suprawoto disaksikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta Teguh Wijono Budi Prasetijo.

Kepala SMA Negeri 8 Yogyakarta, Sri Suyatmi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kerja sama. Pihaknya berharap melalui kerja sama ini akan menjadi sinergi yang baik antara UTDI dengan SMA Negeri 8 Yogyakarta untuk lebih meningkatkan prestasi di masa yang akan datang.

Sedangkan Rektor UTDI Totok Suprawoto menyampaikan bahwa realisasi kerja sama ini akan diwujudkan dalam bentuk pendampingan kepada siswa-siswa SMAN 8 dalam pemanfaatan teknologi digital juga dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bagi seluruh sivitas akademika UTDI.

Ketua Yayasan Pendidikan Widya Bakti Teguh Wijono Budi Prasetijo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi SMAN 8 Yogyakarta dengan UTDI tersebut sesuai dengan misi UTDI dalam upaya meningkatkan literasi digital bagi generasi muda Indonesia. (Kr)

BK FIP UM Gelar Pelatihan Analisis Pengubahan Tingkah Laku

MALANG ( Merdeka News ) : Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Malang (UM), selama ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap peningkatan kualitas para guru Bimbingan dan Konseling. Karena itu sejumlah dosen dari kampus tersebut, melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan menggelar pelatihan bagi para guru BK.

“Temanya yakni Pelatihan Analisis Pengubahan Tingkah Laku Bagi Konselor Sebagai Upaya untuk Mendukung Program Pembangunan Karakter Pelajar Pancasila. Pesertanya para Guru BK atau Konselor dari berbagai daerah di Kabupaten Malang Jawa Timur,” tutur Dr. Henny Indreswari, M.Pd., Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling UM, dalam keterangannya kemarin.

Dalam Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan BK FIP, Universitas Negeri Malang, sebagai Ketua Pelaksana yakni Dr. Henny Indreswari, M.Pd. Dengan anggota Riskiyana Prihatiningsih, S.Pd., M.Pd., Nugraheni Warih Utami, S.Pd., M.Pd. serta Dr. M. Ramli, M.A.

Menurut Dr. Henny Indreswari, M.Pd. kegiatan pelatihan dilaksanakan sebagai salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian Kepada Masyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan secara blended dengan rangkaian acara yang dilaksanakan mulai tanggal 22 Juli sampai dengan 28 Juli 2022, dengan melibatkan 20 orang guru BK SMP di Kabupaten Malang sebagai peserta.

Kegiatan ini dilakukan dengan jumlah peserta yang terbatas mengingat protokol kesehatan yang harus diterapkan di ruang tertutup, serta bertujuan agar pemberian materi lebih optimal. Dengan harapan guru BK yang menjadi perwakilan dalam pelatihan dapat mengajarkan kembali kepada rekan sejawat.

Ditegaskan Dr. Henny Indreswari, M.Pd. kegiatan pelatihan ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru BK, mengenai pelaksanaan program analisis dan pengubahan tingkah laku, yang pada gilirannya nanti diselaraskan dengan profil pelajar Pancasila, khususnya dalam dimensi akhlak mulia dan mandiri.

Sedangkan secara khusus kegiatan pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan literasi dan pemahaman guru BK mengenai profil pelajar Pancasila, serta bagaimana mengimplementasikan program analisis dan pengubahan tingkah laku. Juga untuk meningkatkan kualitas dan proses layanan bimbingan dan konseling dalam rangka pengubahan tingkah laku secara tepat.

“Selain itu pelatihan juga bertujuan meningkatkan keterampilan guru BK dalam melakukan asesmen, implementasi, hingga evaluasi program pengubahan tingkah laku. Juga meningkatkan motivasi guru BK dalam mencoba dan melakukan layanan dengan desain yang lebih variatif,” tambah Dr. Henny Indreswari yang juga Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Pendidikan UM.

Teknis pelatihan dilakukan dalam dua sesi pelaksanaan, yang dirancang dalam bentuk blended, yakni sesi pertama dilakukan dalam bentuk offline di mana para guru BK diberikan bekal materi yang disajikan oleh para pemateri utama.

Ada empat pemateri utama yaitu: Riskiyana Prihatiningsih, S.Pd., M.Pd., membahas mengenai profil pelajar Pancasila, serta dasar-dasar dari analisis dan pengubahan tingkah laku; Dr. Henny Indreswari, M.Pd., menyajikan proses asesmen tingkah laku peserta didik; Nugraheni Warih Utami, S.Pd., M.Pd., membahas mengenai pengubahan tingkah laku peserta didik agar selaras dengan gagasan profil pelajar Pancasila; serta Dr. M. Ramli, M.A, menyampaikan materi mengenai evaluasi dalam program pengubahan tingkah laku.

Sedangkan untuk sesi kedua dilaksanakan dalam bentuk daring mulai tanggal 23-28 Juli 2022, melalui diskusi di Grup WhatsApp yang disediakan oleh tim Abdimas, dan melalui google classroom, untuk kebutuhan pembelajaran dan pengumpulan tugas mandiri oleh guru BK. Pada sesi kedua ini guru BK diminta untuk mengimplementasikan materi yang telah dilatihkan, dan melakukan praktik secara langsung dalam rangka pelaksanaan pengubahan tingkah laku.

Sebagai upaya pemantapan pemahaman guru BK, pada setiap implementasi program dan praktik yang dilakukan, akan disertai dengan tugas mandiri untuk setiap topik beserta evaaluasinya, yang selanjutnya disampaikan dalam bentuk laporan kegiatan program analisis dan pengubahan tingkah laku (APTL).


Kegiatan pelatihan ini mendapatkan sambutan yang positif dari ketua MGBK SMP Kabupaten Malang, Eko Yudi Susilo, S.Pd. dan Ifanisyafiq Dwi Musholli, S.Pd yang merupakan perwakilan guru BK. Mereka menyampaikan apresiasi yang tinggi, serta ucapan terima kasih atas kerjasama yang dilakukan oleh tim pengabdian BK FIP UM dengan guru BK SMP se-Kabupaten Malang. Untuk selanjutnya mereka berharap, kegiatan semacam ini bisa terus dilanjutkan untuk tahun-tahun mendatang. (Zen)

Pengikut UGM di Twitter Lebih dari 1 Juta Orang

JAKARTA ( Merdeka News ) : Pada bulan Maret 2021, RevoU merilis studi data Ranking Universitas di Indonesia dengan Website & Media Sosial Terbaik yang merangkum pertumbuhan platform digital berbagai universitas di Indonesia.

Hasilnya Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI) bersaing sengit di beberapa area seperti jumlah pengikut di Twitter. Dengan gencarnya proses masuk perguruan tinggi, mari kita lihat pertumbuhan dan perkembangan strategi di platform digital universitas-universitas di Indonesia.

Elemen Apa Saja yang Diteliti?

Untuk mendapatkan data universitas di Indonesia yang memiliki kualitas website dan media sosial terbaik, dikumpulkan dan membandingkan beberapa data di bawah ini:
– Jumlah pengunjung website (SimilarWeb)
– Jumlah pengikut di media sosial (Instagram, Twitter, LinkedIn, YouTube)
-Jumlah konten di masing-masing platform media sosial tersebut
– Strategi konten di media sosial universitas di Indonesia

Data terakhir diambil pada tanggal 26 Juli 2022. Data ini akan terus diperbarui dan dari penelitian ini menemukan hasil data: Jumlah pengikut di Twitter #1 UI (1.2 juta) & #2 UGM (1.1 juta).

UI merupakan satu-satunya universitas yang masuk kedalam ranking 5 besar di dua kategori platform Twitter yaitu jumlah followers dan total jumlah tweet.

Temuan Mendalam di Twitter

Di platform twitter, UI dan UGM merupakan satu-satunya universitas yang memiliki jumlah pengikut lebih dari 1 juta. Total jumlah pengikut bersaing sengit dengan masing-masing pengikut 1.259.600 dan 1.139.600. (Krj)

Seminar Literasi di Unisnu Jepara Berlangsung Semarak

JEPARA  ( Merdeka News ) : Seminar tentang literasi yang digelar di Universitas Islam Nahdhotul Ulama (Unisnu) Jepara Jawa Tengah belum lama ini berlangsung semarak dan sukses. Seminar digelar dengan tema  Peran Perpustakaan dalam.meningkatkan indeks Literasi pasca Pandemi Covid 19.

Seminar yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Unisnu ini dihadiri banyak pemerhati literasi dari Kabupaten Jepara dan sekitarnya. Selain itu sejumlah pemerhati literasi dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah juga ikut hadir di acara tersebut.

Acara Seminar dibuka oleh Rektor Unisnu Jepara  Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag. Dalam kesempatan tersebut Rektor Unisnu memberikan apresiasi yang tinggi kepada segenap panitia, yang telah berhasil menyelenggarakan seminar dengan baik.

Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag. juga menyambut baik upaya untuk mengedepankan peran perpustakaan   dalam meningkatkan indeks literasi pasca pandemi covid 19.

“Sesungguhnya budaya baca tulis atau literasi itu, kalau kita sadar akan peran kemanusian kita, sudah ada sejak dulu dan  tidak pernah berhenti. Karena di dalam agama Islam, Allah SWT telah  memerintahkan kepada kita untuk membaca. Bahkan Surat yang pertama yang diturunkan oleh Allah dalam Al Qur’an yaitu perintah untuk membaca,” tegas Rektor Unisnu Jepara  Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag.

Sedangkan Ketua Panitia Seminar H. Suyanto S.Pd, MM, menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya seminar. Dengan digelarnya seminar tersebut, H. Suyanto S.Pd, MM  berharap,  semoga dapat menambah cakrawala berfikir.

“Sebagai bagian dari perjalanan ilmiah dalam menghadapi perubahan dan  tantangan yang pasti selalu kita hadapi,  kita selaku Pustakawan selalu menyiapkan Perpustakaan siap sebagai agen perubahan. Seminar ini bertujuan menjadikan Perpustakaan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk saling berbagi pengalaman,” tambah H. Suyanto S.Pd, MM yang juga Kepala UPT Perpustakaan Unisnu.

Seminar menghadirkan Dr. Wiji Suwarno, S.Pdi. S.IPI. M. Hum. selaku narasumber. Dr. Wiji Suwarno adalah ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia ( FPPTI ) Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut Dr. Wiji Suwarno, S.Pdi. S.IPI. M. Hum. banyak memaparkan peran perpustakaan, khususnya perpustakaan yang ada di kampus atau perpustakaan perguruan tinggi, dalam menggairahkan literasi di tanah air. (Rosidi)