Category Archive : Perbankan

Pesta Rakyat Simpedes: 25 Ribu Orang Aktivasi BRIMo

KARAWANG ( Merdeka News ) : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten terus mendorong pemberdayaan UMKM, salah satunya dengan melakukan edukasi layanan transaksi perbankan secara digital, yaitu SuperApps BRImo. Dengan layanan yang lebih praktis, murah dan cepat, pelaku UMKM akan semakin dimudahkan dalam menjalankan usahanya.


Hal tersebut dilakukan BRI dengan melakukan literasi dan pendampingan kepada nasabah dan pelaku UMKM. Wujud komitmen ini tercermin dari penyelenggaraan Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2022 yang digelar di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Jawa Barat, pada 5-7 Agustus 2022.


Pesta Rakyat Simpedes merupakan acara tahunan BRI sebagai wadah pemberdayaan UMKM sejak 2008. Di tahun ini, gelaran Pesta Rakyat Simpedes telah berlangsung sejak Juni hingga Desember 2022. Event tahunan BRI pada 2022 akan menyambangi 379 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.


Dalam 3 hari pelaksanaan, terhitung lebih dari 25 ribu masyarakat hadir dan melakukan aktivasi BRIMo, superapps layanan perbankan digital besutan BRI. Edukasi masyarakat melalui penyuluh digital BRI ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam melakukan transformasi digital dan peningkatan inklusi dan literasi produk perbankan.


Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dalam sambutannya di PRS Karawang menyampaikan BRI senantiasa mendorong pelaku UMKM untuk “naik kelas” melalui digitalisasi bisnis. “Melalui transformasi digital, BRI berupaya untuk memenuhi kebutuhan layanan keuangan perbankan kepada masyarakat dengan lebih mudah dan cepat,” ucap Supari.


Lebih lanjut, Supari mengatakan PRS juga menjadi momentum bagi pelaku UMKM memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas. “Dalam kegiatan PRS tersebut, BRI tidak hanya menyediakan hiburan bagi masyarakat tetapi juga menyediakan fasilitas bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran, mendapatkan pelatihan untuk pengembangan usaha, dan kesempatan untuk kolaborasi bisnis,” tambahnya. (Nng)

BRI Komitmen Edukasi UMKM di 379 Kota

KARAWANG ( Merdeka News ) : PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mewujudkan komitmen dalam memberdayakan UMKM serta menjadi pendorong inklusi keuangan di Indonesia. Wujud komitmen itu, salah satunya ditunjukan dengan memberikan kesempatan “unjuk gigi” bagi pelaku UMKM dalam ajang Pesta Rakyat Simpedes (PRS) di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Jawa Barat, pada 5-7 Agustus 2022. Acara dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang berlaku.


Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri BUMN RI Erick Thohir, Direktur Utama BRI Sunarso, Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana serta dimeriahkan oleh musisi dan artis kenamaan seperti Ungu, D’Masiv, Slank, Via Vallen, hingga Inul Daratista.


PRS merupakan acara yang rutin digelar secara tahunan oleh BRI sejak tahun 2008 sebagai wadah pemberdayaan UMKM dengan mengangkat 6 (enam) pilar utama kegiatan yaitu Pasar, Pawai, Panen, Panggung, dan Peduli.


Setiap tahunnya, BRI menggelar PRS lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia. Khusus tahun ini gelaran PRS telah berlangsung sejak Juni 2022, dan hingga akhir tahun ini akan digelar di 379 titik yang tersebar di seantero negeri.


Erick Thohir mengungkapkan apresiasi atas konsistensi BRI melakukan pemberdayaan kepada pelaku UMKM di Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari peran penting UMKM sebagai pendongkrak perekonomian Indonesia.


“UMKM merupakan pilar penting perekonomian nasional, dan BRI konsistensi melakukan edukasi dan pemberdayaan kepada pelaku UMKM. Dengan kemampuan dan kapasitas yang dimilikinya, BRI mampu menjangkau seluruh elemen pelaku UMKM dari kota hingga pelosok desa”, ungkapnya.


Komitmen BRI dalam pemberdayaan UMKM sudah banyak dibuktikan, diantaranya BRI sebagai induk berhasil membentuk holding ultra mikro bersama Pegadaian & PNM, pembangunan komunitas Desa BRIliaN, Platform Digital Link UMKM, dsb.


“Pasca pandemi, UMKM harus mampu meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perubahan agar dapat bangkit dan berkembang, dan BRI terus hadir melalui berbagai program tersebut, salah satunya lewat PRS ini”, ujarnya.


“Pesta Rakyat Simpedes menjadi sarana yang tepat memfasilitasi UMKM untuk dapat meningkatkan kemampuannya dalam berbisnis. Selain literasi keuangan melalui penyediaan layanan keuangan yang lengkap seperti layanan digital banking BRIMo, pinjaman, simpanan, investasi emas dan saham, pada PRS ini juga terdapat kelas-kelas pelatihan untuk pemberdayaan UMKM naik kelas”, tambah Erick.


Erick juga mengapresiasi BRI atas pelaksanaan PRS yang mengambil tema memberi makna se-Indonesia. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk edukasi kepada pelaku UMKM dalam Mengelola Keuangan, Berbisnis, hingga dalam Bekerja.


“Hal ini sesuai dengan himbauan Presiden, agar masyarakat lebih giat menabung agar siap menghadapi situasi yang tidak menentu di masa yang akan datang, sekaligus juga berdampak kepada meningkatkan tingkat inklusi dan literasi keuangan Indonesia yang ditargetkan pemerintah sebesar 90% di tahun 2024”, jelas Erick. (Tnp)

Enam Strategi Kunci Pertumbuhan BRI Tahun 2022

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau (BRI) menerapkan 6 strategi agar dapat terus konsisten dan berkelanjutan mempertahankan kinerja tetap kinclong ke depan. Pencapaian tersebut diraih seiring dengan torehan kinerja keuangan dan bisnis BRI yang solid sepanjang semester I tahun 2022, kendati ekonomi dibayangi ketidakpastian akibat pandemi dan krisis global.

Pada akhir Juli lalu BRI merilis laporan keuangan paruh pertama 2022. BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp24,88 triliun atau tumbuh 98,38% secara year on year (yoy) dengan total aset meningkat 6,37% yoy menjadi Rp1.652,84 triliun. Pencapaian laba BRI tersebut menjadi yang terbesar sekaligus menjadi pertumbuhan yang tertinggi di tanah air.

Terkait kinerja perseroan, Direktur Utama BRI Sunarso menggarisbawahi bahwa situasi dan kondisi ekonomi Indonesia secara domestik sesungguhnya sangat solid. Berbagai kebijakan yang diberikan oleh pemerintah maupun regulator di sektor keuangan menurutnya menghasilkan kekuatan ekonomi yang cukup tangguh dalam menghadapi krisis.

“Bisnis UMKM terutama di mikro itu jauh dari episentrum gejolak global, tapi kita memang harus tetap hati-hati. Untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, BRI punya 6 strategi yang dirancang sekaligus untuk mengantisipasi tantangan tadi,” ujarnya menegaskan.

Strategi pertama adalah fokus pada funding stability dan funding sustainability. Artinya, BRI fokus kepada dana murah atau CASA. Untuk kinerja semester I/2022, dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencatat tumbuh 3,70% menjadi Rp1.136,98 triliun.

Strategi yang kedua, BRI fokus pada kualitas aset. Yakni melalui restrukturisasi terutama kredit UMKM menggunakan kelonggaran relaksasi yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk kinerja bank only persentase kredit yang direstrukturisasi pada paruh pertama tahun ini di level 12,18%, turun dari periode yang sama tahun lalu di 18,80%.

Adapun Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah BRI secara konsolidasi terkendali di level 3,26% atau sangat manageable. Sementara rasio NPL coverage BRI mencapai 266,26% atau disediakan 2,7 kali cadangan terhadap nilai NPL. Angka tersebut meningkat dibandingkan NPL coverage kuartal II tahun lalu sekitar 2,53 kali.

Strategi ketiga adalah selective growth, di mana portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 9,81%, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp837,82 triliun menjadi Rp920 triliun. Hal ini menjadikan porsi kredit UMKM mencapai 83,27% terhadap total portofolio. Bahkan pada 2024-2025 nanti porsi kredit UMKM ditargetkan dapat meningkat menjadi 85%.

Strategi keempat adalah optimizing new sources of growth. BRI mengoptimalkan sinergi di segmen ultra mikro sebagai sumber pertumbuhan baru. Pada September 2021, BRI membentuk Holding Ultra Mikro (UMi) bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM.

“Pegadaian memberikan kontribusi 4,1% terhadap aset BRI, dan kemudian 7,1% terhadap total laba BRI. Sedangkan PNM berkontribusi 2,8% terhadap aset, dan kemudian berkontribusi 1,8% terhadap total laba BRI. Dari sisi kredit, Pegadaian berkontribusi sebesar 5% dan PNM berkontribusi 3,5%,” tegasnya.

Strategi kelima adalah penguatan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), lanjut Sunarso, BRI telah membentuk Divisi yang khusus menangani ESG. Dalam kinerja keuangan penerapan ESG terukur melalui kredit berkelanjutan BRI hingga akhir kuartal II/2022 mencapai Rp657,1 triliun atau setara dengan 65,5% dari total portofolio. Dari jumlah tersebut, Rp74,7 triliun disalurkan kepada pembiayaan hijau.

Strategi keenam untuk mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan adalah excellence enablers. “Strategi ini terus terang kami harus tetap fokus kepada people first dan kemudian kita melakukan transformasi, baik transformasi di digital maupun yang sangat penting lagi adalah yang sangat fundamental melakukan transformasi secara kultural. Enam strategi kami siapkan untuk menjaga sustainability dari kinerja yang sangat baik ini,” pungkasnya. (Nng)

Kredit Berkelanjutan BRI Tembus Rp 657,1 Triliun

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI semakin kuat menerapkan prinsip ESG atau Environmental (lingkungan), Social (sosial) dan Governance (tata kelola yang baik), khususnya dalam menjaga kinerja fundamental. Hal itu tercermin dari konsistensi pertumbuhan kredit berkelanjutan dan pembiayaan hijau yang dibukukan perseroan.

Pada acara Diskusi Taman BRI yang diselenggarakan oleh BRI Research Institute dan mengambil tema “Green Financing dan Komitmen Pengurangan Emisi”, SEVP Treasury & Global Services BRI Achmad Royadi menjelaskan bahwa kredit berkelanjutan BRI hingga akhir Kuartal II-2022 telah mencapai Rp.657,1 triliun atau setara dengan 65,5% dari total portofolio. Adapun dari jumlah tersebut, Rp.74,7 triliun diantaranya disalurkan kepada pembiayaan hijau. “Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan akhir kuartal I-2022,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada kuartal I-2022 kredit berkelanjutan BRI tercatat mencapai sebesar Rp639,9 triliun atau setara dengan 65,5% dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp71,5 triliun. Sementara pada akhir 2021, kredit berkelanjutan yang dibukukan BRI mencapai Rp617,8 triliun sekitar 65,5% dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau mencapai Rp66 triliun.

Royadi melanjutkan, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator implementasi prinsip ESG dalam kinerja BRI. Perseroan pun senantiasa aktif mengikuti rating MSCI, SUSTAINALYTICS, Dow Jones, S&P Global sebagai bagian dari continuous improvement penerapan ESG dan sustainability. Hal ini juga sesuai dengan POJK Nomor 51/POJK.03.2017.

Dari sisi wholesale funding yang diterbitkan oleh treasury BRI juga mengalami peningkatan. Komposisi wholesale funding yang berbasis ESG sebesar 9% pada 2021, tumbuh pesat mencapai 49,7% hingga akhir semester I-2022. Wholesale funding merupakan nondana pihak ketiga (DPK) sebagai alternatif pemulihan likuiditas dan potensi diversifikasi funding berbasis ESG. BRI pun optimistis mampu mencapai target wholesale funding hingga lebih dari 50% pada 2024.

Penguatan penerapan prinsip ESG oleh BRI tersebut memiliki alasan kuat. Hal ini berkaitan dengan tren investasi global yang lebih peduli terhadap peningkatan kualitas sosial melalui tata kelola perusahaan yang baik. Dengan demikian, BRI sebagai BUMN dengan reputasi global akan terus berkomitmen menganut principle of responsible investment untuk keberlanjutan bisnis yang lebih baik.

Disamping itu, juga diketahui pada bulan Juni 2022 lalu, BRI telah menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I Bank BRI yang menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp15 triliun, dengan jumlah emisi tahap I di tahun 2022 sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Penerbitan yang dilakukan BRI tersebut berhasil diserap seluruhnya oleh pasar, bahkan oversubscribed 4,4 kali.

Hasil penghimpunan dana tersebut akan dialokasikan paling sedikit 70 persen untuk kegiatan usaha atau kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) yang baru, sedang berjalan, atau telah selesai sesuai dengan kerangka kerja obligasi. (Nnm)

Indeks Bisnis UMKM BRI Terus Naik

JAKARTA ( Merdeka News ) : Dalam Indeks Bisnis (IB) UMKM BRI kuartal II – 2022, terlihat adanya peningkatan geliat bisnis UMKM. Aktivitas bisnis UMKM cenderung meningkat seiring adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang terjadi pada kuartal II-2022

Pada survei kuartal II-2022 persentase responden yang menyatakan mengalami kenaikan harga yang tinggi menurun signifikan menjadi 67,5%, begitu juga yang menyatakan mengalami kelangkaan menurun drastis menjadi 38,5%. Gambaran ini hampir sama pada komoditas lainnya, seperti: tepung terigu, kedelai, jagung, dan bahan bakar gas yaitu kelangkaan berkurang dan tekanan kenaikan harga menurun.

Dilihat dari aspek sektoral, sektor konstruksi memiliki indeks tertinggi dan meningkat dari kuartal sebelumnya. Hal ini terjadi lantaran masyarakat cenderung melakukan kegiatan renovasi atau pembangunan rumah untuk menyambut HBKN sekaligus mengantisipasi musim penghujan.

Di sisi lain, hanya sektor pertanian yang diketahui mengalami penurunan indeks bisnis pada kuartal II-2022. sektor pertanian turun dari 104,2 (Q1-2022) menjadi 98,7 (Q2-2022), akibat menurunnya harga jual hasil pertanian seperti gabah dan hasil perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, coklat sehingga menggerus nilai penjualan. Kondisi ini diperburuk oleh kenaikan harga pupuk dan obat-obatan dan disertai pula dengan kelangkaan di beberapa daerah.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan,“Ke depan, sebagian besar pelaku UMKM memperkirakan kinerja usahanya akan semakin membaik, seperti tercermin pada level Ekspektasi IB UMKM yang tetap berada di level yang tinggi 128,3. Ekspektasi IB UMKM yang tinggi pada kuartal II-2022 ini, menggambarkan tetap terjaganya optimisme pelaku UMKM menyongsong kuartal III-2022,” tuturnya.

Optimisme ini ditopang oleh sejumlah faktor, antara lain perekonomian yang diproyeksikan akan semakin pulih, Pandemi Covid-19 yang tetap terkendali, serta mulai meredanya kelangkaan dan kenaikan harga bahan baku yang tinggi, menyusul gangguan rantai pasok yang berangsur pulih.(Nng)

BRImo Catatkan Kenaikan Transaksi 136,5%

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengembangkan layanan yang berorientasi customer centric. Dalam layanan digital banking, BRI memiliki Financial Super Apps Digital Banking BRImo yang kini semakin digemari oleh nasabah karena menghadirkan solusi holistic layanan keuangan dalam satu genggaman tangan saja.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan perseroan bakal terus mengembangkan layanan BRImo sebagai wujud transformasi digital sekaligus hadirkan layanan berorientasi customer centric. Hingga kuartal II-2022, BRImo telah digunakan oleh 18,47 juta users atau tumbuh 66,3% secara Year on Year (YoY).

Adapun pertumbuhan jumlah transaksi dan sales volume BRImo pada periode yang sama berhasil mencapai triple digit. Jumlah transaksi BRImo hingga akhir Juni 2022 diketahui sebesar 726,4 juta atau tumbuh 136,5% YoY.

Sementara itu, sales volume BRImo meningkat 131% YoY atau senilai Rp1.075 triliun. Dari transaksi finansial tersebut, dihasilkan Fee Base Income sebesar Rp724,2 miliar.

“BRImo sebagai layanan digital banking mendapatkan rating yang sangat baik di Playstore mau pun Appstore. Hal ini menunjukan performance yang baik dari sisi pengguna. Strategi ke depan, BRImo sebagai Super Apps akan kami kembangkan untuk memastikan kemudahan transaksi digital bagi nasabah BRI,” ucap Handayani.

Handayani menambahkan BRImo sudah memiliki lebih dari 100 fitur dan terhubung ke berbagai aggregator dan biller untuk memudahkan kebutuhan layanan finansial nasabah. Di samping itu, BRImo juga telah menghimpun beberapa killer features atau fitur yang paling sering digunakan nasabah.

Fitur yang selama ini menjadi andalan bagi nasabah adalah Digital Saving, Registrasi BRImo, BRImo Fast Menu, Tarik Tunai Tanpa Kartu hingga Personal Financial Management. (Tnp)

Laba Bersih BRI Tumbuh 98,38 Persen

JAKARTA ( Merdeka News ) : Bank terbesar di Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia terus fokus memberdayakan segmen ultra mikro dan UMKM, hal ini tercermin dari meningkatnya portofolio kredit UMKM BRI.

BRI Group mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp1.104,79 triliun atau tumbuh 8,75% YoY. Proporsi kredit UMKM BRI pada kuartal II-2022 ini telah tumbuh 9,81% Yoy dari Rp837,82 triliun di akhir Juni 2021 menjadi Rp.920 triliun di akhir Juni 2022.

Kendati demikian, BRI tetap menyiapkan Langkah antisipatif terhadap potensi pemburukan kredit. NPL Coverage BRI mengalami peningkatan dari 252,59% pada kuartal II-2021 menjadi 266,26% pada kuartal II-2022.

Dari sisi profitabilitas, BRI secara konsolidasian berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp.24,88 triliun atau tumbuh 98,38% yoy dengan total aset meningkat 6,37% yoy menjadi Rp.1.652,84 triliun.

Sentimen ekonomi dan bisnis yang positif pada kuartal II-2022 ini turut menjadi aspek pendorong kinerja BRI. Hasil riset BRI Research Institute menunjukan Indeks Bisnis (IB) UMKM meningkat dari 104,6 pada kuartal I-2022 menjadi 109,4 pada kuartal II-2022.

Selain itu, Pelaku UMKM yang menjadi responden juga mengaku kondisi ekonomi dan bisnis pada kuartal II-2022 semakin membaik bila dibandingkan kuartal sebelumnya. Kondisi ini tercermin dari Indeks Sentimen Bisnis (ISB) pelaku UMKM kuartal II-2022 yang naik ke level 126,1 dari level 121,5 pada kuartal I-2022.

Hal itu mengindikasikan kondisi ekspansi UMKM berada di level optimistis. Ke depan, Supari mengatakan akan terus meningkatkan penetrasi digital untuk mempermudah akses layanan keuangan di segmen ultra mikro dan mikro.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan,“Literasi dan inklusi bagi ekosistem Ultra Mikro bukan pekerjaan yang mudah, pemberdayaan digital, dimulai dari inisiatif membiasakan mereka berperilaku cashless merupakan sebuah inovasi pemberdayaan dalam rangka implementasi i4i (innovation for inclusion) bagi UMKM khususnya pelaku usaha Ultra Mikro.” (Tnp)

BRI Raih 2 Pencapaian di Bank Service Excellence Monitor

JAKARTA ( Merdeka News ) : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatatkan pencapaian dengan menempati posisi pertama pada kategori Opening Account Via Website dan Overall Contact Center pada survei “Bank Service Excellence Monitor (BSEM) 2022” yang diadakan Majalah Infobank bekerja sama dengan lembaga riset MRI.


Dalam ajang ini, BRI juga sukses menyabet penghargaan bergengsi special award ‘The Best Government Bank in Service Excellence 2022’. Hal ini membuktikan keseriusan BRI terhadap ekspektasi nasabah dengan melakukan perbaikan pada touch point survei BSEM.


Direktur Jaringan dan Layanan BRI Andrijanto menjelaskan bahwa perseroan senantiasa beradaptasi mengikuti kebutuhan layanan keuangan masyarakat. “Pencapaian ini semakin memotivasi kami untuk dapat menghadirkan layanan yang melebihi ekspektasi nasabah,” ujarnya.


Lembaga riset MRI dan Majalah Infobank dalam surveinya mengungkap sejumlah peningkatan layanan, terutama aspek digital channel. Pada sisi Opening Account Via Website, BRI berhasil meraih nilai sempurna pada beberapa aspek seperti aksesibilitas, verifikasi face recognition, serta kesesuaian dokumen prasyarat.


Selain itu, Contact Center BRI juga menyabet predikat Pelayanan Prima Contact Center. Di aspek ini, Contact Center BRI menempati peringkat pertama dari overall Contact center.


Performa Contact Center BRI didukung oleh kinerja yang sangat baik dari Channel Call, Chatbot, Email, Live Chat, dan Website yang berkontribusi signifikan. Dua layanan BRI pada touchpoints Opening Account Via Website dan Overall Contact Center mendapatkan skor paling tinggi di antara bank lainnya. Secara total, BRI mendapat skor 83,01% yang meningkat 3,13 poin dibandingkan tahun lalu.


“Sebagai Bank andalan masyarakat yang tersebar luas hingga pelosok negeri, BRI terus berupaya untuk hadir dengan berbagai macam transformasi layanan dan solusi terbaik untuk nasabah. Dinamika perkembangan teknologi perbankan mendorong BRI senantiasa berupaya meningkatkan kualitas layanan baik dari sisi walk in channel maupun digital channel. Hal ini dilakukan untuk menjaga experience nasabah yang seragam di semua touchpoints,” pungkasnya. (Tnp)

Bank Mandiri Manjakan Nasabah Dengan Fitur Livin’ Sukha

JAKARTA ( Merdeka News ) : Bank Mandiri menyempurnakan Super App Livin’ by Mandiri dengan meluncurkan fitur Livin’ Sukha sebagai wujud komitmen perseroan dalam menjadi mitra finansial utama. Melalui konsep ‘one stop solution for all your lifestyle’, Livin’ Sukha memungkinkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan transaksi dalam satu aplikasi. Fitur ini sangat membantu nasabah Bank Mandiri, sehingga dengan fitur ini nasabah makin dimanjakan.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan nasabah pengguna Livin’ by Mandiri dapat menikmati kemudahan transaksi seperti pembelian tiket pesawat, tiket kereta api, entertainment, pembelian voucher gim, pengajuan kredit dan lain-lain tanpa berpindah aplikasi. Fitur ini kian melengkapi Livin’ by Mandiri yang tidak hanya menyajikan layanan perbankan lengkap namun menjangkau berbagai kebutuhan gaya hidup nasabah secara digital.

“Kenyamanan nasabah dalam bertransaksi telah menjadi prioritas utama Bank Mandiri sejak awal. Kini, akselerasi digital Livin’ by Mandiri telah berhasil menghimpun seluruh solusi transaksi finansial hingga gaya hidup (lifestyle) dalam satu aplikasi secara mudah, nyaman dan aman,” ujarnya disela-sela peluncuran fitur Livin’ Sukha aplikasi Livin’ by Mandiri, kemarin.

Darmawan menyampaikan fitur Livin’ Sukha telah berkolaborasi dengan lebih dari 10 mitra dengan beragam produk dan layanan yang dapat diakses dan dinikmati nasabah secara praktis. Lebih lanjut, pihaknya akan terus mendorong kerjasama dengan berbagai mitra pilihan, sebagai bentuk perluasan bisnis Bank Mandiri ke dalam ekosistem digital.

“Livin’ Sukha telah menjadikan satu aplikasi segalanya easy, dimana nasabah dapat melakukan transaksi dengan berbagai mitra terpilih menggunakan Livin’ by Mandiri tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain,” tandasnya.

Livin’ by Mandiri telah menjadi produk utama Bank Mandiri untuk segmen ritel yang menawarkan berbagai keunggulan sejak diluncurkan pada Oktober 2021 lalu. Hal ini menjadi wujud komitmen perseroan untuk menciptakan layanan keuangan yang komprehensif, terintegrasi dalam satu aplikasi dengan beragam layanan Mandiri Group serta ekosistem digital favorit masyarakat Indonesia.

“Jumlah transaksi Livin’ by Mandiri mampu mencapai lebih dari 850 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp 1.050 triliun hingga pertengahan tahun 2022. Jumlah tersebut berhasil tumbuh hampir dua kali lipat bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” terang Darmawan.

Geliat digitalisasi yang dilakukan Bank Mandiri juga menghasilkan kinerja positif pada peningkatan pengguna Livin’ by Mandiri. Super App andalan perseroan ini telah mencatat 15 juta pengunduh sejak diluncurkan kuartal IV 2021 lalu. ( Kr )

Bank BRI Lebih Fokus Berdayakan UMKM

JAKARTA ( Merdeka News ) : Bank terbesar di Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen meningkatkan penetrasi kredit di sector UMKM. Hingga akhir Maret 2022, penyaluran kredit BRI Group tercatat mencapai Rp.1.075,93 triliun atau tumbuh 7,43% year on year (YoY).

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit di industri perbankan nasional sebesar 6,65%.

Penyaluran kredit kepada seluruh segmen UMKM tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama yakni segmen mikro yang tumbuh 13,55%, segmen konsumer tumbuh 4,56%, dan segmen kecil & menengah tumbuh 3,96%.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan langkah BRI untuk fokus di sektor UMKM membuat perseroan memiliki resiliensi tinggi di situasi yang menantang.

“Saya ingin mengatakan bahwa untuk merespon tantangan eksternal maupun global, rasanya dengan fokus BRI pada UMKM, BRI jauh dari episentrum dan permasalahan ekonomi global tersebut,” ungkapnya. (Trs)